Permainan Menyerang PSMS Dirusak Wasit Safrizal

Permainan Menyerang PSMS Dirusak Wasit Safrizal

Mar 15, 2013 - 18:51
 0
Permainan Menyerang PSMS Dirusak Wasit Safrizal
PSMS Medan
Persisko Tanjabar sepertinya dipersiapkan mendapat satu poin saat tandang ke PSMS Medan. Bermain di Stadion Baharoeddin Siregar, pertandingan berakhir dengan skor 0-0. Buruknya kepemimpinan Wasit Safrizal dengan membiarkan Persisko yang akrab memperlama waktu menjadi dalangnya. 

PSMS Medan sendiri di awal babak pertama sepenuhnya menguasai permainan. Persisko terus ditekan. Tercatat lima peluang emas punggawa Ayam Kinantan gagal berbuah gol. 

"Kami selalu bermasalah dengan finishing akhir. Di babak pertama kami menguasai pertandingan, namun gagal melahirkan gol," kata Suimin Diharja pelatih PSMS.

Gagal mendapatkan tiga poin memang sangat disayangkan. Apalagi mengakhiri putaran pertama, PSMS gagal memperbaiki rangking di klasemen sementara. Beruntung PSAP Sigli kalah 2-0 di Bangka. Tim Ayam Kinantan tetap berada di urutan ketiga klasemen sementara dengan enam poin.

"Kami tentunya harus minta maaf kepada suporter atas hasil ini. Tapi anak-anak sudah berjuang maksimal dalam laga tadi dan inilah hasilnya," sambungnya. 

Di babak kedua, PSMS mencoba melakukan perubahan. Alberto Sosa dan Edgar Enrique yang sudah tak maksimal ditarik keluar. Sayangnya kelakuan pemain tim tamu yang acap kali memperlambat permainan tak mendapat teguran dari wasit Safrizal. 

Seperti kiper Bogy Santoso yang tak mengalami benturan, namun selalu terjatuh kesakitan. Lagi, wasit Safrizal tak memberikan peringatan. Begitu juga dengan pemain asingnya, Camara yang mengangkat kaki ke arah Alamsyah Nasution saat melakukan lemparan ke dalam, bebas dari teguran wasit. 

Memasuki 15 menit akhir pertandingan, punggawa Ayam Kinantan terus menekan. Namun beberapa pelanggaran yang dilakukan pemain Persisko tak juga ditiup. Hingga di menit ke 88 Wasit Safrizal salah dalam mengambil keputusan. 

Sontak pemain PSMS melakukan protes dan tetap saja tak dihiraukan. Bahkan ketika peluit panjang ditiupkan, Safrizal pun diprotes, namun dalam batas kewajaran. Pihak keamanan dari Panpel PSMS tetap menjalankan fungsinya. 

"Wasit juga manusia, wajar kalau ada kesalahan dalam mengambil keputusan. Tapi kalau dalam pertandingan tadi, ya itu kualitas wasitnya yang belum pantas memimpin level Divisi Utama," ujar Fityan Hamdy sekretaris tim PSMS. 

Kalah ataupun seri, kata Fityan tidaklah menyenangkan. Apalagi dengan kepemimpinan wasit yang tak normal menjalankan rule of the game. (Bolahita)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow