JAKARTA - Meski belum pasti, namun kabar tentang tanpa adanya degradasi di Liga tahun ini mencuat kembali.
Alasan tanpa degradasi ini dilakukan karena masih dalam situasi pandemi Covid-19. Dan Persebaya Surabaya lantang menolak rencana tersebut.
Apalagi anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani, mengamini munculnya wacana tersebut.
Wacana peniadaan degradasi kembali mencuat disinyalir karena situasi pandemi Covid-19 yang belum mereda. Pelatih Persebaya Aji Santoso mengaku kaget mendengar wacana tersebut. Namun, ia memahami kondisi tim-tim yang terdampak pandemi.
Kendati demikian, pelatih asal Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut merasa tidak sreg jika Liga 1 meniadakan degradasi. Aji Santoso menilai hal itu akan menghilangkan esensi dari kompetisi.
“Rasanya kurang gereget kalau sampai ada kebijakan penghapusan degradasi. Yang namanya kompetisi pasti ada kalah dan menang. Ada yang juara, juga ada yang degradasi,†kata Aji Santoso yang dikutip
Bolahita dari BolaSkor.
Lebih lanjut Aji Santoso menegaskan jika Bajol Ijo akan mematuhi apabila wacana itu direalisasikan sebagai regulasi terbaru kompetisi. Menurutnya, ia akan membawa Persebaya berjuang hingga finis di posisi terbaik.
“Sejatinya, ada atau tidak degradasi tidak terlalu berpengaruh buat kami. Pasalnya, target kami bukan selamat atau tidak degradasi. Kami memiliki tujuan dapat berbicara banyak di kompetisi nanti,†tandas Aji.
Pada perkembangannya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga berencana mengubah format Liga 1 2021. Kabarnya, Liga 1 berencana mengadopsi sistem bubble atau gelembung seperti Piala Menpora 2021.
Perubahan format ini untuk bisa menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia yang masih tinggi. Namun, rencana tersebut belum final karena masih akan dibahas bersama PSSI dan seluruh klub peserta kompetisi.