Peter Butler : Wasit Membuat Malu Sepak Bola Indonesia

Peter Butler : Wasit Membuat Malu Sepak Bola Indonesia

Dec 6, 2018 - 09:13
 0
Peter Butler : Wasit Membuat Malu Sepak Bola Indonesia
Wasit Dodi Setia Permana yang memimpin laga PSMS versus PS Tira dianggap telah mempermalukan sepak bola Indonesia
BOLAHITA.ID, PAKANSARI - Pelatih PSMS Medan Peter Butler tak bisa berbuat banyak dan harus menghadapi kenyataan. Bahwa timnya asuhannya dikalahkan pada laga krusial saat menghadapi PS Tira dengan skor 2-4 di Stadion Pakansari, Rabu (5/12/2018) malam.

Dan, membuat PSMS menjadi penghuni juru kunci klasemen sementara Liga 1 dengan poin 37. Ini membuat kans bertahan PSMS Medan di Liga 1 semakin menipis.

Adalah kepemimpinan wasit malam ini membuat Peter Butler kecewa. Meski tak menyebut satu katapun soal pengadil lapangan, pria asal Inggris itu jelas menggambarkan pertandingan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Saya profesional. Pemain saya kerja keras betul. Kami pergi ke tempat sulit, tidak tahu situasi yang terjadi. Kami sangat sedih,” kata Butler usai laga.

“Harus mengerti pasti ada banyak orang di sini punya anak. Saya ada tiga anak, saya harap mereka tumbuh menjadi lebih besar dan menjadi orang yang memiliki hati yang bagus. Saya cinta negara ini, saya rasa di negara ini ada banyak potensi. Tapi situasi malam ini, saya tanya pemain saya, persiapan sangat baik," Peter Butler.

"Dan, saya rasa sangat sedih dengan penonton yang datang malam ini. Bukan PSMS Medan saja, PS Tira juga, lihat situasi seperti itu. Itu tidak bagus untuk sepak bola Indonesia. Kalau Anda orang jujur, Anda harus malu, sepak bola Indonesia tidak bisa tumbuh kalau kita ada di situasi seperti malam ini,” Peter Butler.

“Kalau kita kalah ya kalah. Tidak masalah. Tapi kalau kalah ini tidak adil. Saya bukan malu karena tim kalah. Di Premier League, Arsenal bisa tak terkalahkan 19 laga. Tapi kalau mereka (Arsenal) datang ke sini dengan situasi ini, pasti dia kalah. Ini tidak bagus untuk sepak bola Indonesia,” lanjutnya.

Menurut Peter Butler apa yang tersaji dan menjadi keputusan wasit selama pertandingan adalah contoh yang tidak baik untuk para pesepakbola junior. “Saya rasa sedih kalau ada pemain junior duduk di rumah dan nonton pertandingan malam pasti tidak bagus contoh, minta maaf (bicara jujur),” tegasnya.

Butler juga tak lupa menyampaikan selamat ke PS Tira. “Goodluck untnuk PS Tira, semoga mereka bertahan (di Liga 1).

Sementara itu, kekecewaan juga diungkapkan Matsunaga yang diganjar kartu merah malam ini. Dia menyebutkan sejak berkarir di Indonesia tahun 2011, malam ini membuatnya kecewa.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow