Pasca kalah 0-4 dari PS Bangka (14/2) lalu,
PSMS Medan mencoba bangkit. Hasilnya dalam laga terakhir saat tandang ke markas PSAP Sigli di Stadion Kuta Asan, punggawa Ayam Kinantan berhasil menahan imbang 2-2.<div><br></div><div>Membawa pulang satu poin dari Sigli adalah hal yang sulit. Selama beberapa tahun terakhir berputarnya kompetisi, masih Persipura Jayapura (musim ISL lalu, Red) yang mampu menang disana. Alhasil trend positif disematkan kepada M Affan Lubis dkk. Dan saat menjamu Persih, konsistensi permainan saat di Sigli harus dipertahankan.</div><div><br></div><div>Menjelang pertandingan, pemain melupakan permasalahan financial yang menganggu. Bermain dihadapan pendukungnya sendiri,
PSMS tak mau menelan kekalahan lagi. "Kami sepakat dan akan tetap fight dalam laga nanti. Apapun ceritanya, kami tak ingin menelan kekalahan lagi. Kembali dari sana (stadion baharoeddin, Red) kami harus pulang dengan kepala tegak," kata M Affan Lubis kapten tim PSMS.</div><div><br></div><div>Keinginan pemain dengan kemenangan mendapat dukungan dari Suimin. Sepulang dari Sigli lalu, pelatih kampung ini sibuk dengan pencarian formasi terbaik. Hingga latihan tadi pagi (kemarin pagi, Red) bongkar pasang pemain masih dilakukan. "Kami serius mendapatkan tiga poin. Pahit rasanya kekalahan di kandang lalu. Kali ini, kami harus bisa maksimalkan dengan selebrasi kemenangan,"ujar Suimin Diharja pelatih PSMS.</div><div><br></div><div>Soal kendala financial yang menempel tim, Suimin berharap dalam laga nanti mampu dilupakan sejenak oleh pemainnya. "Saya pribadi tak ingin merusak PSMS, karena Saya dibesarkan disini. Semoga pemain dapat berjuang dan mempertahankan marwah tim di lapangan," harapnya. </div><div><br></div><div>Kemenangan memang harus didapatkan PSMS. Apalagi demi menjaga persaingan di klasemen Grup Satu Divisi Utama, semua tim sama-sama memiliki kans saling menyalib. "Dengan berkurangnya dua kontestan semakin membuat persaingan di klasemen semakin tipis. Jadi posisi kami sekarang ini juga masih sama-sama rawan dengan yang lainnya. Siapa yang selip (kalah atau seri) di pertandingan pasti sangat rugi," ujar Suimin.</div><div><br></div><div>Sementara itu, Persih Tembilahan meluncur ke
Medan dengan memboyong 16 pemain. Pelatih kepala Samsul mengaku jumlah itu semuanya terdiri dari pemain muda. "Pemain kami rata-rata anak Porda dan PON Riau lalu. Tapi pada dasarnya kami tetap datang dengan harapan tiga poin," katanya.</div><div><br></div><div>Menghadapi PSMS, Samsul menegaskan pemainnya bermain dengan spirit tinggi. Apalagi tuan rumah sendiri pernah kalah di Stadion Baharoeddin Siregar sendiri. "Melawan tim besar, sudah pasti kami akan bermain fight. Tenaga pemain muda kami, mudah-mudahan mampu membawa poin dari
Medan. Dan biasanya tuan rumah tak mau kalah untuk kali kedua. Sebaiknya kami waspada," pungkasnya. (
Bolahita/fery ardiansyah)</div>