Rencana kerja sama klub LPIS Pro Duta dengan AirAsia tidak berjalan mulus seperti yang sudah diagendakan. Manajemen klub yang promosi ke IPL ini sudah memberikan proposal yang isinya terdapat tiga opsi pengelolaan klub, dijual total dengan harga $ 3,5 juta USD, mengambil alih 80% saham di klub atau mendanai operasional musim depan (sponsorships). <br><br>Proposal itu sendiri sejatinya sudah diberikan manajemen awal Agustus lalu.President Pro Duta FC, Wahyu Wahab enggan berkomentar banyak perihal kepastian realisasi kerja sama yang sejatinya diputuskan per 1 September 2012 lalu. Dia hanya menegaskan kerja sama tidak terjadi saat ini sesuai rencana Pro Duta. "Enggak jadi," ujarnya singkat via BBM kepada wartawan.<br><br>Wahyu yang begitu antusias saat membeberkan ke media tentang rencana kerja sama ini, tampaknya kali ini sangat hati-hati berbicara. Pro Duta memang sudah banyak agenda ke depan, jika satu di antara ketiga opsi yang ditawarkan tersebut bisa diterima AirAsia, termasuk mengganti nama Pro Duta menjadi
Medan Juniors. <br><br>Dia juga menjelaskan singkat seputar batalnya kerja sama sesuai waktu yang sudah dirancang. Wahyu menyebutkan pihak AirAsia memberikan alasan tentang kondisi sepakbola Indonesia saat ini, dan memilih menunggu hasil rapat akhir Joint Committee (JC) yang diharapkan bisa mengubah wajah sepakbola Indonesia jauh lebih baik. "Mereka (AirAsia) memilih menunggu hasil JC," tegasnya.<br><br>Di sisi lain, Wahyu mengapungkan asa, jika AirAsia menunggu hasil JC, maka pihaknya masih diberikan kesempatan untuk bekerja sama dengan maskapai penerbangan yang juga menjadi sponsor klub Liga Inggris Queens Park Ranger (QPR) ini. Kelak, kalau selepas JC, ada keputusan yang bagus, Wahyu berharap klubnya masih tetap masuk pertimbangan AirAsia. "InsyaAllah," ujarnya. (
Bolahita)<br>