MEDAN. BOLAHITA - Sejatinya winger Pelita Bandung Raya (PBR), Rahmad Hidayat menjadi daya tarik bagi sejumlah tim yang ikut Piala Kemerdekaan.
Namun dia akhirnya memilih bergabung dengan PS Kwarta, skuad tim yang berjuluk Burung Sumatera.
Sejumlah figur yang pernah bermain bersamanya seperti Affan Lubis, Antoni (di Putra Buana), Agus Pranoto (eks Pro Duta), dan Slamet Riyadi, eks pelatihnya di Pro Duta, kemungkinan menjadi daya tarik bagi Rahmat bergabung. “Sebenarnya ada juga tim lain. Tapi di sini ada pertimbangan lain. Juga saya pernah main dengan senior seperti bang Affan,” katanya.
Rahmad sebelumnya bergabung dengan Persipasi Bandung Raya (PBR) yang berkiprah di ISL. Namun kevakuman kompetisi membuat tim yang baru hengkang dari Bandung ke Bekasi itu memilih bubar. Meskipun ada wacana ikut Piala Indonesia Satu (PIS), Rahmad tidak ikut bergabung dengan PBR.
“Di PBR belum ada dihubungi. Lagipula mereka belum ada pembentukan tim. Kabarnya pelatihnya juga bukan coach Dejan (Antonic, Red),” kata pemain yang sempat dipanggil timnas senior ini sebelum pembekuan PSSI.
Di Kwarta, Rahmad tak mau setengah-setengah. Dia bertekad untuk membawa Kwarta berjaya di ajang yang digagas tim transisi dan Kemenpora ini. “Ya saya harus kasih yang terbaiklah. Kalau bisa juara,” kata pemain kelahiran tahun 1991 ini.
Bagi asisten pelatih PS Kwarta, Slamet Riyadi, Rahmad akan menjadi jawaban bagi kebutuhan Kwarta di lini depan. Apalagi Rahmat juga bisa bermain di beberapa posisi. “Dia bisa main di sayap, gelandang dan bisa juga sebagai striker. Nanti kita sesuaikan dengan tim,” kata Asisten pelatih Kwarta, Slamet Riyadi.
Sejauh ini Kwarta punya Indra Kembar Bungsu dan Malik Djabbar Pinem di lini depan. Selain itu ada alternatif seperti Ardiansyah dan Muhammad Antoni dari posisi sayap.