Resiko Liga Ditunda. Pemain Dikasih Kesempatan Bersikap Profesional
Resiko Liga Ditunda. Pemain Dikasih Kesempatan Bersikap Profesional
BOLAHITA, MEDAN - Kecemasan soal fisik yang menurun drastis akinat libur yang terlalu panjang sepertinya akan dialami semua klub peserta Liga.
Tanpa terkecuali, termasuk PSMS Medan. Jadwal berkompetisi di Februari 2021 tahun depan membuat mayoritas klub-klub telah meliburkan pemain yang sejatihnya telah berkompetisi.
Mau tak mau, ini membuat para pelatih harus mengulangi kembali persiapan. Entah dari nol atau tidak, itu bergantung para pemain dalam menjaga kondisinya, sebagai profesional atau bukan.
"Kalau fisik itu sebenarnya terbentuk sendiri setelah nanti para pemain berkumpul kembali. Dan untuk peningkatan fisik pemain itu juga nanti sudah diprogramkan sama pelatih fisik," ujar Anyari Lubis asisten pelatih PSMS.
Ansyari Lubis menjelaskan, kekurangan yang biasa dialami saat libur kompetisi seperti ini memang menurunnya kondisi para pemain baik secara individu maupun tim.
Uwak panggilan akrab Ansyari Lubis mengatakan intensitas dan porsi latihan pasti jauh berbeda ketimbang berlatih bersama dengan program rutin dan ketat yang sudah dirancang tim pelatih untuk persiapan liga.
"Ya minusnya pasti saat mereka latihan intervalnya terlalu cepat. Apalagi nuansa liga saat ini pasti sedikit banyak berpengaruh pada psikis pemain," ucap Ansyari Lubis.
Dengan situasi sekarang ini, Ansyari Lubis mendorong agar para pemain tetap memiliki semangat dan terus rutin berlatih ketika liga diliburkan saat ini hingga nantinya kembali diputar.
Ansyari pun berharap program yang disiapkan bagi para pemain PSMS bisa mengembalikan kondisi fisik mereka sebelum liga 2 bergulir pada Februari 2021 mendatang.
"Jadi ya kita tetap berusaha agar mereka itu berlatihnya serius. Dan mereka melakukannya memang benar-benar ya pure karena mereka pemain profesional," pungkas mantan pesepakbola yang pernah menyabet gelar pemain termahal di liga Indonesia ini.
What's Your Reaction?