BOLAHITA.COM - Gelaran Sirkuit Nasional (sirnas) tahun ini di Gedung Serba Guna,
Medan dianggap sesuatu yang positif bagi klub-klub yang berasal dari daerah
Sumatera Utara.
Meskipun masih sulit mengalahkan pemain dari PB Jarum Kudus, PB Mutiara Bandung dan Ragunan, namun mampu mengasah kemampuan pemain asal Sumut.
"Sirnas kali ini terlihat lebih seru lagi bila dibandingkan dengan sebelumnya. Kita bisa lihat dari antusias peserta dan jumlah klub yang ikut bertambah. Saya pribadi Sirnas ini cukup penting bagi kami dari daerah, mengukur kemampuan pemain," ujar Abbas Han, pelatih PB Rimbun Jaya, Serdang Bedagai.
"Permasalahan kenapa atlit bulutangkis di
Sumut kalah dari pulau Jawa, yaitu dari even. Kita di daerah saja masih bingung kalau latihan keras mau kemana. Saya rasa disitulah letak permasalahannya. Makanya Sirnas ini postif bagi daerah," sambungnya.
Sementara itu PB Rada Binjai juga melihat Sirnas di
Sumut ini melebihi sengitnya di Manado dan Babel lalu.
"Ini lebih ketat dari Sirnas sebelumnya, kali ini lebih ketat. Disamping itu, kali ini sudah mendingan dimana pemain, official sudah lebih disiplin. Misalnya tentang harus adanya nama pemain atau klub di baju si pemain. Saya setuju sirnas kali ini lebih seru dan baik," kata Ikhsan Izka Rawi, pelatih PB Rada Binjai, Sumut.
Kehadiran klub dari luar Indonesia dianggap sebuah motivasi. Setiap pemain bisa melihat langsung seperti apa permainan mereka. "Otomatis kehadiran pebulutangkis dari luar negeri menambah motivasi atlit. Apalagi kami atlet dari daerah," katanya.
Soal ketangguhan klub-klub Pulau Jawa, Ikhsan Izka Rawi tak memungkirinya. Sampai Sirnas kali ini, dirinya melihat PB Jarum kudus, Mutiara Bandung dan Ragunan masih yang terbaik.
"Sudah pasti karena pembinaan mereka lebih baik. Kita di daerah, sangat minim perhatian dari pemerintah kota. Untuk ongkos dan baju aja susah," pungkas Ikhsan.