Klarifikasi soal pemberitaan uang bonus tim yang diberikan Indra Sakti Harahap melalui Smeck Holigan sebesar Rp6 juta dituntaskan Nata Simangunsong.
Saat pertemuan di Gedung Koni
Medan tadi pagi, dirinya membeberkan awal mula bagaimana uang itu ada. Hingga akhirnya Nata sendiri menilai dirinya terjebak dengan manajemen konflik yang diciptakan ketua umum
PSMS tersebut.
"Bahwa sebenarnya kami memang mendesak Indra Sakti Harahap memberikan kontribusi kepada tim, atas kesuksesan meraih tiga poin di Tembilahan. Kami terus paksa bang Indra hingga akhirnya beliau mengiyakan," beber Nata Simangunsong.
"Tapi sepertinya Indra Sakti sadar kalau dirinya sudah tak bisa lagi memotivasi tim. Apalagi dengan jumlah yang tidak besar. Itulah awal Indra Sakti mau menitipkan Rp10 juta ke tim melalui Smeck. Tapi yang dikirim ke kami memang Rp6juta dan ada bukti kwitansinya," sambungnya.
Dan uang ini pun kata Nata telah dikirim ke rekening Fityan Hamdy (sekretaris tim), setelah berkoordinasi dengan Colly Misrun, asisten pelatih.
"Berdasarkan informasi yang kami jalin dengan Indra, sisa Rp4 juta akan diberi waktu tim pulang. Tapi nyatanya tidak diberi juga. Dan Saya saat tim pulang sudah menagih uang itu ke Indra Sakti. Tapi kami tidak menerimanya," tegas Nata.
Kondisi kisruh yang diciptakan seperti ini sangat disayangkan Nata. Sebagai ketua suporter yang total mendukung PSMS, menyesalkan kenapa harus terjadi seperti ini.
"Smeck juga berusaha mengumpulkan dana, tapi jumlah yang terkumpul tidak layak diberikan. Dan tentang uang Rp6juta ini pun sengaja tidak dipublikasikan ke anggota, karena memang ini uang Indra Sakti yang diamanahkan diserahkan ke tim atas nama dan melalui Smeck," bilangnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, Nata berharap semua anggota tidak terganggu semangatnya mendukung
PSMS saat menjamu PSAP Sigli, Sabtu (25/5) mendatang di Stadion Teladan.
"Kepada semua anggota, jangan kendur semangatnya. Berita ini sudah diklarifikasi dan kita tetap harus satu tim sebagai pemain ke-12," pungkasnya. (
Bolahita)