BOLAHITA, MEDAN - Laga
PSMS Medan versus Persija Jakarta sudah berlalu. Namun ada satu penyesalan yang terjadi saat pertandingan di Stadion Teladan.
Bahkan menjadi pembahasan di media sosial bagi yang simpatik kepada sepak bola
Medan. Adanya nyanyian berupa kata-kata yang tidak pantas dari penonton terhadap pemain Persija, Riko Simanjuntak yang merupakan asli
Sumatera Utara.
"Sangat disayangkan sekali memang ada nyanyian seperti itu. Sorakan itu keluar dari tribun timur dan maksudnya kian adalah menjatuhkan mental Riko," ujar Bani Gultom pentolan SMeCK Hooligan.
"Tapi penggunaan katanya terlalu keras. Mengingat Riko sendiri sedang menjalankan profesinya sebagai pesepakbola profesional," ucap Bani.
Hal serupa dikatakan Kampak FC yang menyayangkan sorakan atau nyanyian demikian terlontar. "Yang pasti itu bukan dari kami. Karena bagi Kampak, yang didukung adalah klub. Kami tidak mau memberikan nyanyian yang akhirnya melahirkan kebencian," kata Saifol Mahdi sekjen Kampak FC.
Pada dasarnya suporter
PSMS Medan meminta kepada seluruh penonton di Stadion Teladan berprilaku sewajarnya. Seperti menerima kelompok suporter klub manapun yang mau mendukung tim kebanggaannya.
"Mari mendukung tim kebanggaan kita dengan lebih lagi dengan cara yang wajar. Dari dulu
Medan tidak pernah rusuh dengan suporter lain. Jangan melempar benda apapun ke lapangan. Jangan buat rugi klub," harap Saifol Mahdi.
Riko Simanjuntak sendiri asli pemain
Sumut yang juga pernah memperkuat
PSMS Medan di tahun 2012. Di tahun itu Riko juga tak merasakan tidak gajian. Lalu hijrah ke PS Bangka, Persegres, Semen Padang dan kini di Persija Jakarta