Tiba di Jakarta (15/3) siang dua pelatih
PSMS Medan, Suimin Diharja dan Suharto AD langsung bertolak ke Kantor PT Liga Indonesia. <div><br></div><div>Tak mau membuang waktu percuma selama menyambangi ibukota, dua pelatih ini sudah berniat membeberkan segala kondisi yang dialami PSMS. </div><div><br></div><div>"Dimana kami sendiri belum menerima gaji sejak seleksi dilakukan hingga putaran pertama berakhir," kata Suimin Diharja.</div><div><br></div><div>Target yang akan dituju Suimin adalah Joko Driyono, sebagai Direktur PT Liga Indonesia. Antara keduanya juga punya hubungan yang baik, ketika sama-sama bergabung di Pelita KS lalu.</div><div><br></div><div>Loyalitas kepada
PSMS memang sudah dijalankan. Sebagai pelatih mereka tetap bekerja dan memberikan motifasi kepada pemain, agar tetap fokus membela tim. Hasilnya tak satupun pemain menolak ketika dipercayakan turun bertanding. </div><div><br></div><div>"Dengan menceritakan sesungguhnya kepada pejabat teras PT LI, semoga ada solusinya. Jadi jangan sempat seperti yang diberitakan media di
medan, yang katanya kami pernah menerima gaji," bebernya. </div><div><br></div><div>Memang selama ini, beberapa bantuan kecil telah dilakukan manajer Sarwono. Tapi itu sebatas hubungan personal manajer ke para pelatih. </div><div><br></div><div>Suimin dan Suharto sendiri dikabarkan masih berada di Jakarta sampai Kongres PSSI selesai. "Kami berharap membawa kabar baik dari sini, sehingga tim ini bisa lebih sehat bertanding di putaran kedua. Jika memang tak sehat juga, apa mau dibuat," pungkasnya. (herman/
Bolahita) </div>