Tambun Naibaho, striker
PSMS Medan PT. Liga Indonesia harus menunda kepulangannya sehari ke
Medan.
Meskipun tadi siang (15/6) sudah hampir melewati melewati Simpang Tiga Sidikalang, dirinya harus memutar arah ke Kota Sidikalang.
Pelatih SSB Victori, Eben Siregar memintanya datang ke Lapangan Tembak, untuk memberikan motivasi kepada pemainnya.
"Inilah yang dinamakan keberuntungan. Ketika ditelpon, eh ternyata ada di sekitar Sidikalang. Kami SSB Victori sangat senang dengan kehadiran Tambun Naibaho. Pemain profesional
PSMS Medan, klub kebanggaan dan impian pemain. Semoga anak-anak di SSB ini bisa semakin bersemangat," ujar Eben Siregar.
Keinginan menghadirkan striker
PSMS memang sudah cukup lama. Pasalnya, secara historis dan background, Tambun merupakan putra daerah yang berhasil masuk ke jenjang profesional.
"Tambun juga berasal dari Samosir, bahkan satu-satunya pemain dari Pangururan yang bisa menembus PSMS. Jadi ini bisa memotivasi memacu semangat anak-anak di SSB Victori. Tambun bisa, kenapa anak-anak Dairi tidak bisa?," harap Eben Siregar, yang kini menjadi salah satu insan pembangun sepak bola Dairi.
Tambun sendiri mengaku cukup senang. Di saat penantian soal gajinya yang belum dibayarkan Indra Sakti Harahap (ketum PSMS, Red), bergabung bersama anak-anak kecil di lapangan mampu mengurasi rasa dongkol.
"Saya sebenarnya memang mau pulang ke
Medan, karena harus membahas dengan pemain lain dan pengacara soal gaji kami. Senang juga, terhibur melihat semangat anak-anak SSB Victori. Mereka juga nantinya punya kesempatan yang sama, yakni bisa masuk PSMS," bilang Tambun.
Usai mendampingi Eben Siregar memberikan materi latihan, Tambun Naibaho juga ikut serta dalam game. (
Bolahita)