BOLAHITA, MEDAN - Tak bisa dihindari, bahwa
PSMS dalam proses merekrut pemain saat ini mengalami sedikit kebimbangan. Itu karena mereka harus merekrut pemain, mengikat dalam prakontrak, namun belum ada kepastian Liga.
Di sisi lain, manajemen juga pasti tetap mengeluarkan financial atas prakontrak ini, atau juga bagi pemain yang meminta persoalan downpayment (DP) atas kontraknya di PSMS.
Tentu ini menjadi problem tersendiri dan tugas manajemen untuk memberikan pengarahan kepada pemain.
Apalagi
PSMS minim sponsor dan tentunya harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini.
"Saat ini nego masih dilakukan, tapi kan nego pada saat liga berjalan normal dan tidak normal tentu kan beda. Katakanlah sebelum covid muncul kami negonya enak dan jelas 100 persen. Tapi dengan kondisi ini kan nego (harganya) gak bisa 100 persen," kata Mulyadi Simatupang manajer
PSMS Medan.
"Karena gak bisa nego dengan nilai kontrak 100 persen inilah makanya sedang kita cari angkanya," ucap Mulyadi Simatupang.
Selain itu, Mulyadi menambahkan kepada para pemain yang merupakan calon rekrutan PSMS, pihak manajemen telah menyampaikan gambaran kontrak yang bakan ditawarkan kepada para pemain.
Beberapa pemain tidak ada masalah dengan gambaran awal dari klausul kontrak yang akan ditawarkan. Namun hal ini berbeda dengan pemain yang biasa di liga 1.
"Awalnya sudah kita sampaikan model kontraknya. Di kontrak itu kita sebutkan sebelum tahu kepastian kompetisi maka pemain akan dapat salary sekian per bulan. Ini lah pra kontraknya. Kemudian setelah ada jadwal maka pemain akan digaji per bulan sekian sampai akhir kompetisi. Tapi yang biasa di liga 1 biasa DP, nah ini yang belum dapat modelnya. Ini lah kami sedang mencari," Mulyadi Simatupang.
Situasi seperti ini bisa saja kembali membuat klub merugi, jika Liga kembali tak bisa bergulir.
Inilah menyebabkan manajemen harus pandai-pandai merancang kesepakatan kontrak dengan harga yang dinilai masih wajar di masa pandemi covid-19 ini.
"Contoh ada beberapa pemain juga yang bertanya soal DP kontrak pemain. Kadang di sini kita yang sedang mencari formulanya. Karena misal kita kasih DP, tapi tahu-tahu kompetisi gak jadi lagi. Nah ini gimana kalau seperti ini. Jadi ini kan manajemen dua kali dalam arti kata kena 'prank'," kata Mulyadi Simatupang.
Mulyadi menjelaskan, saat ini manajemen
PSMS memang masih dalam proses negosiasi dengan para pemain.
Namun diakuinya, akibat dampak covid-19 dan kompetisi liga 1 dan liga 2 yang belum ada tanggal pasti bergulir, membuat manajemen
PSMS harus pandai-pandai menyesuaikan harga kontrak pemain.