Terindikasi Menolak Bela Bali Dikancah Nasional, Atlet Dilarang Tampil di Porprop

Terindikasi Menolak Bela Bali Dikancah Nasional, Atlet Dilarang Tampil di Porprop

Aug 20, 2019 - 22:09
 0
Terindikasi Menolak Bela Bali Dikancah Nasional, Atlet Dilarang Tampil di Porprop
Lan Ananda (kanan) dan Ketum PBTI, Letjen Purn. Thamrin Marzuki (kiri)
BOLAHITA, DENPASAR - Ajang multi event bergensi tingkat propinsi atau yang dikenal dengan Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Bali tinggal beberapa pekan lagi digelar.

Kali ini, gawe 2 tahunan ini berlangsung di Kota Tabanan pada pertengahan September 2019 mendatang. Di cabang olahraga (cabor) Taekwondo, Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali, Lan Ananda menyatakan setuju agar Porprov Bali tidak membuka peluang bagi atlet abal-abal dan atlet yang tidak bersedia membela Bali dikancah nasional.

Sesuai dengan hasil Pra- Technical Meeting (TM) yang dihadiri oleh 9 Pengkab, Panpel dan TD di Pengprov TI Bali, bahwa semua peserta setuju dan sepakat.

Bahwa atlet yang tidak bersedia membela Bali di kancah nasional tidak diperkenankan untuk mengikuti Porprov Bali melalui mekanisme teknis cabor Taekwondo Indonesia yang tertera dalam handbook yang mana salah satunya adalah semua atlet harus mendapatkan rekomendasi dari Pengprov TI Bali untuk mengikuti pertandingan.

Dalam Pra-TM tersebut  seluruh peserta meminta agar Pengprov TI Bali tidak mengeluarkan rekomendasi pertandingan kepada atlet-atlet yang terindikasi tidak bersedia membela Bali di kancah nasional meskipun atelt-atlet tersebut sudah menandatangani surat pernyataan bersedia mewakili Bali.

"Atlet-atlet yang menyatakan tidak bersedia mewakili Bali hanya dapat diberikan rekomendasi bila  mendapatkan persetujuan dari 8 pengkab peserta porprov yang lainnya," tegas Lan yang dipercaya memimpin sidang pemilihan Ketum PBTI beberapa waktu lalu ini.


Lan yang juga dikenal kukuh dengan aturan dan kesepakatan ini menjelaskan bahwa Taekwondo Indonesia Provinsi Bali dengan tegas menolak kalo ada atlet yang hanya ikut porprov untuk mencari uang semata, namun tidak bersedia mengharumkan nama Bali di kancah nasional.

Hal ini dimunculkan oleh Pengkab-pengkab TI peserta Porprov, dalam Pra-TM kemaren.  

Menurut Ketua Umum yang akan berakhir masa bhaktinya pada bulan November tahun ini memberikan pesan kepada Pengkab-pengkab peserta Porprov dan KONIDA agar mencermati dan membaca hand book dan petujuk teknis dalam pelaksanaan Porprov, sehingga tidak keluar dari ketentuan cabor Taekwondo Indonesia yang telah dilaksanakan selama 3 kali Porprov.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow