MEDAN - Cabang olahraga (cabor) Catur
Sumut yang mendapat tiket di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 melakukan persiapan ekstra.
Demi meraih medali,
Sumut harus bersaing dengan tiga provinsi yang dianggap terkuat dalam gelaran PON.
Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) Pengprov Percasi Sumut, Erhan Tarmizi mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan antisipasi terhadap lawan terberat saat PON Papua.
"Ada tiga provinsi yang patut kita antisipasi saat PON nanti," kata Erhan Tarmizi. Ketiga provinsi itu masing-masing Jawa Barat, Jawa Timur dan DKI Jakarta.
Ketiganya patut diantisipasi karena mereka memiliki atlet yang jam terbangnya sudah tinggi. "Mereka juga menyediakan atlet olimpiade seperti Jabar dan Jatim. Sedangkan untuk DKI Jakarta atlet mereka sudah sering mengikuti even internasional," ucap Erhan Tarmizi.
Begitupun, kata Enhar yang juga pelatih sementara tim catur
Sumut ini, pihaknya tidak akan patah semangat dan terus memberi arahan kepada keempat atlet untuk benar-benar mengikuti proses dalam menghadapi PON.
"Mereka tetap latihan sesuai anjuran kita. Meskipun tanpa program latihan, tapi para atlet tetap semangat menjalani persiapan umum ini," Erhan Tarmizi.
Tdak adanya program latihan karena pelatih catur yang lama tengah mengundurkan diri sehingga sampai saat ini, tidak ada pelatih PON untuk cabor catur.
"Makanya saya menjadi pelatih sementara mereka sebelum pihak KONI
Sumut menunjukkan siapa pelatih untuk keempat atlet yang mendapat tiket di PON ini," pungkasnya.