MEDAN, BOLAHITA – Alan Sastra Ginting terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Pengurus Provinsi National Paralympic Committee (Pengprov NPC)
Sumatera Utara, pada Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) di
Medan, pada 26 Pebruari lalu.
Terpilihnya Alan Sastra berarti meneruskan roda organisasi NPC
Sumut di bawah pimpinan Zulkifli periode 2014-2019, yang dianggap 7 dari 9 Pengcab NPC Kabupaten/Kota tidak mengayomi seluruh Pengcab dan atlet. Bahkan, ketika diberi waktu untuk melakukan pembelaan, Zulkifli malah kabur dari Musprovlub.
Musprovlub NPC
Sumut yang dipimpin langsung oleh Ketua I Bidang Organisasi PB NPC Pusat, Rio Suseno didampingi Humas Gogor Isranto serta pengurus Provinsi NPC Sumut, seperti Sujamrat Amro juga dihadiri oleh ketua 7 pengcab NPC, yakni Zainul Kahfli (
Medan), Bahder Johan (Deli Serdang), Choiri Lubis (Sergai), Teguh Tarigan (Tanah Karo), Riadi (Binjai), Safriudin (langkat), dan Syahril (Padang Sidimpuan). Sedangkan 2 Pengcab yang tidak hadir yakni Tebingtinggi dan Asahan.
Alan yang juga merupakan atlet NPC
Sumut asal Deli Serdang ini, menjelaskan alasan digelarnya Musprovlub NPC Sumut, sesuai dengan AD/ART di Kepengurusan NPC, terkait permintaan seluruh pengcab yang didukung atlet terkait mosi tidak percaya atas kepemimpinan Zulkifli selama ini.
Dijelaskannya, para Pengcab NPC se
Sumut telah mengirimkan surat mosi tidak percaya kepada PB NPC Pusat baik secara lisan maupun tertulis. Mosi tersebut berisi sejumlah tuntutan yang mengklaim jika selama ini Zulkifli tidak pernah menggelar rakerda maupun pembinaan terhadap pengcab-pengcab.
Di satu sisi Alan Sastra Ginting menyebutkan, kepercayaan itu merupakan