Bank
Sumut berhasil mempertahankan gelar juara Kit Futsalismo Region
Medan dalam kategori kelompok umum. Setelah di laga puncak meraih kemenangan dramatis atas Pamin FC 6-5 (0-3) di GOR Bola Basket Samudera, Jl Pancing
Medan, Kamis (30/5) malam.<div><br></div><div>Hasil itu juga membuat Bank
Sumut menjadi satu-satunya tim yang mampu mempertahankan gelar juara, setelah sebelumnya Unimed dan SMK Mulia
Medan di kategori perguruan tinggi dan pelajar SLTA gagal menjadi kampiun.</div><div><br></div><div>Sukses mempertahankan gelar juara ini dilalui Fery Santoso dkk dengan perjuangan maha berat. Pasalnya di 20 menit pertama harus tertinggal 0-3 melalui gol Noviandi, Jaka, dan Putra. </div><div><br></div><div>Dominasi Pamin FC yang dikoordinir kapten tim Asnal berlanjut di awal babak kedua. Bahkan mampu menambah dua gol disumbangkan Noviandi dan Putra.</div><div><br></div><div>Namun sayangnya strategi bertahan dengan bermain membuang bola yang dilakukan Pamin FC menjadi blunder. Mental bertanding dan juara PS Bank
Sumut memang diatas lawannya.</div><div><br></div><div>Bermain sabar dan terus menekan menjadi awal kehancuran Pamin FC. Hingga menit ke-30, Bank
Sumut tetap masih tertinggal 5-1.</div><div><br></div><div>Motivasi yang meninggi lahir ketika Yamda mencetak satu gol untuk Bank
Sumut yang semakin mendekatkan selisih gol. Hingga akhirnya, mental juara pemain Bank
Sumut yang mengubah segalanya.</div><div><br></div><div>Dalam waktu 10 menit terakhir, PS Bank
Sumut semakin keranjingan mengejar skor. Berawal dari gol penalti Wawan Kurniawan, Bank
Sumut terus mengejar ketertinggalannya. </div><div><br></div><div>Tambahan tiga gol dihasilkan Fuad Hasan, Yamda, dan Feri Santoso mampu menyamakan skor 5-5 ketika pertandingan tersisah kurang dari 30 detik. </div><div><br></div><div>Serunya pertandingan ini membuat ribuan penonton telah memperkirakan penalti adalah penentu yang adil dalam laga itu. Sayangnya keberuntungan sepertinya datang ke Bank Sumut. </div><div><br></div><div>Tendangan Fuad Hasan yang sebenarnya tidak terlalu keras mengenai kaki pemain lawan, membuat kiper terkecoh dan gagal mengantisipasi bola. </div><div><br></div><div>Adik kandung dari Fadli Hariri (eks pemain PSMS, Red) menjadi pahlawan, karena mencetak gol di penghujung laga. (
Bolahita)</div>