Kepergian Abdurahman Gurning ke Arema IPL pun belum juga dengan kepastian. Serupa dengan nasibnya di
PSMS Medan PT LPIS yang tak kunjung mendapatkan sodoran kontrak.
Alhasil Gurning dikabarkan balikbadan kembali ke
Medan. Namun hal itu masih sebatas kabar saja. Belum ada kepastian dari eks pelatih PSPS dan Persitara tersebut.
Selama kepergian Gurning, asisten pelatih Eddy Syahputra mengambil alih. Dan jika memang akhirnya dirinya menjadi allenatore Saktiawan Sinaga dkk, Eddy segera mencari asiten pelatih.
Misi terdekat jika sudah dijadikan headcoach adalah mengembalikan atmosfer positif tim pasca ditinggal abdurahman Gurning.
'Kalau memang benar Saya, dari situ nanti akan coba disampaikan kepada anak-anak, siapapun yang menjadi pelatih kepala, tidak perlu jadi permasalahan besar. Pada prinsipnya sepak bola mempunyai tujuan yang sama," ujar Eddy.
"Memang ada pengaruh psikologis di pemain dengan kepergian bang Gurning, tapi saya lihat tidak terlalu signifikan. Saya rasa tidak sulit menimbulkan motivasi kembali untuk menerima keadaan yang terjadi saat ini,” sambungnya.
Jika terwujud menggantikan Gurning, Eddy berjanji tetap akan meneruskan program pelatih sebelumnya. Dirinya juga akan mengembalikan bentuk karakter sepak bola
Medan. Di sisi lain, dia tetap akan berupaya meyakinkan pemain untuk tetap berada di PSMS.
'Seperti juga ke beberapa pemain, tawaran kepada saya juga ada dari dua tim di Jawa. Tapi melihat suasana sepak bola yang kurang kondusif saat ini, sama aja di mana-mana. Dan kepada pemain, saya sudah kasih gambaran agar mereka membuat yang terbaik untuk
Medan. Kalau berbuat baik akan datang sendiri tawaran dari luar. Mereka pada dasarnya komitmen membangun
Medan ini untuk bisa berprestasi seperti dulu. Saya jamin mereka paham dan mudah-mudahan enggak keluar,” pungkas Edy. (
Bolahita)