BOLAHITA.COM - Bagaimana kabar PSMS Medan yang kian memburuk tak bisa dilewatkan fans fanatik Ayam Kinantan begitu saja.
Sekalipun sedang berada di benua yang berbeda, mereka tetap berusaha mendapatkan perkembangan terbaru tim kebanggaannya.
Seperti Christian Hasibuan misalnya. Seorang pelaut yang lebih sering menghabiskan waktunya di perairan Samudera selalu mengupdate informasi melalui
Bolahita. Secara khusus, kesedihan terhadap nasib
PSMS pun dituangkannya.
"Sedih sekali melihat
PSMS Medan dalam 5 tahun belakang ini. Bukannya semakin maju, malah makin mundur. Padahal kalau mengikuti perkembangan Sumut, pemain lokal enggak pernah kehabisan talenta berbakat. Lihat saja ada yang masuk ke timnas kelompok umur. Jadi masalahnya sebenarnya ada di pemimpin dan kepengurusan
PSMS itu sendiri," ujar Christian Hasibuan melalui blackberry mesenger ke redaksi
Bolahita.com
Pria yang mengirimkan dana bagi Irwin Ramadan dkk ketika berada di Jakarta lalu itu sangat heran melihat prestasi PSMS. Padahal di jaman Perserikatan, Cris mengatakan Ayam Kinantan menjadi pedoman pemain sepak bola nasional.
"Tapi terlepas dari itu semua, yang terpenting saat ini adalah bersatu. Di mulai dari memperbaiki fasilitasnya seperti Stadion Teladan dan Kebun Bunga. Jadikan kembali dua fasilitas itu menjadi angker seperti dahulu kala. Caranya adalah tetap menggandeng Pemko
Medan tentunya," bilang Chris.
"Setelah memperbaiki fasilitas itu, tinggal bagaimana cara pengelolaan klub secara prefesional. Tapi carilah pengurus yang benar-benar sayang dan ingin memajukan PSMS. Bukan yang malah cari uang dan keuntungan dari PSMS. Kasihan pemain yang tak bisa menafkahi keluarganya," sambungnya yang kini sedang berada di Kuwait.
Pria yang sudah memiliki sejumlah jersey original dan mengunjungi stadion tim-tim besar di Eropa ini mengaku merindukan sebuah prestasi gemilang. Seperti di era Ponirin Meka, Sunardi A, Suharto, Iwan Karo-Karo, Azuardin Lubis, Marzuki, Zulkarnaen Lubis.
"Coba berapa banyak pemain
Medan jadi kebanggaan di luar daerah. Banyaklah pemain
PSMS yang memperkuat timnas ketika itu. Saya rasa semua pemain ingin memperkuat PSMS. Mereka juga rindu berprestasi. Tapi mereka juga butuh dihargai, karena pemain bola adalah profesi. Sama seperti kita, ada pelaut, PNS ataupun wartawan sekalipun butuh gaji," harap Chris.
PSMS bisa bangkit? "Apa yang enggak bisa dilakukan oleh Tuhan. Percayalah kalau orang-orang
Medan serius mengurus PSMS, pasti tim ini berjaya lagi," pungkasnya.