IFAB Segera Umumkan Aturan Baru Kartu Oranye di Sepakbola, Inilah Penjelasannya
Usulan kartu oranye pertama kali diajukan oleh wasit legendaris Pierluigi Collina pada tahun 2015
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Dewan Sepakbola Internasional (IFAB) akan memperkenalkan aturan baru mengenai kartu oranye dalam sepakbola. Aturan ini telah disetujui dan akan diuji coba pada awal musim depan.
Kartu oranye ini merupakan sanksi yang lebih berat daripada kartu kuning, namun belum seberat kartu merah. Tingkat disiplin kartu oranye berada di tengah-tengah antara kartu kuning dan merah.
Penggunaan kartu oranye tidak melibatkan fisik kartu yang diperlihatkan kepada pemain. Sebaliknya, pemain yang dikenai hukuman kartu oranye diharuskan meninggalkan lapangan dan berada di luar selama 10 menit.
Dengan demikian, tim yang kehilangan pemain karena kartu oranye akan bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit selama 10 menit.
Pelanggaran yang dapat dihukum dengan kartu oranye melibatkan berbagai perilaku, seperti kata-kata kasar, protes berlebihan, dan menarik jersey pemain lawan.
Aturan baru ini bertujuan untuk mengurangi pemakaian kartu yang terlalu ringan oleh wasit.
Sebelum diperkenalkan dalam sepakbola, kartu oranye sudah diterapkan dalam cabang olahraga rugby, di mana pemain yang mendapat kartu oranye diizinkan kembali bermain setelah 10 menit di luar lapangan.
Usulan kartu oranye pertama kali diajukan oleh wasit legendaris Pierluigi Collina pada tahun 2015. Meskipun awalnya berwarna putih, konsep kartu oranye ini memiliki tujuan untuk memberikan sanksi yang lebih berat tanpa mengusir pemain secara permanen dari pertandingan.
What's Your Reaction?