BOLAHITA.ID - Menghadapi PSIS Semarang dalam laga semifinal besok, pelatih
PSMS Medan, Djadjang Nurdjaman menerapkan permainan bola-bola pendek merapat.
Semifinal dijadwalkan berlangsung di Stadion GBLA, Bandung, Sabtu (25/11/2017) sore.
Kepada wartawan Djanur--panggilan akrab Djadjang Nurdjaman--mengungkapkan taktik yang dipilihnya dipandang cocok untuk meredam permainan PSIS. Hal itu berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan tim pelatih PSMS, selama masa persiapan menuju semifinal.
"Pilihan taktik itu juga sesuai dengan keinginan. Main bola-bola pendek bisa membuat serangan lebih variatif karena terus mengalir," tutur Djanur yang pernah membawa Persib juara ISL 2014.
Para pemain PSMS, menurut Djanur, juga telah dibiasakan dengan latihan adu tendangan penalti. Sebab, tidak menutup kemungkinan dalam waktu normal, bahkan sampai perpanjangan waktu, skor berakhir imbang.
"Saya pribadi optimistis mengalahkan PSIS, baik lewat normal, perpanjangan waktu, bahkan adu penalti," kata Djanur.
Terkait kondisi para pemain, skuat
PSMS dalam keadaan bugar 100 persen. Tidak ada pemain yang mengalami cedera, sakit, atau harus menjalani sanksi akumulasi kartu.