<div><br></div>PEMAIN dan manajemen
PSMS kembali menjelaskan soal gagal berangkat ke Bengkulu lalu.<div><br></div><div>Khususnya terkait uang sebesar Rp100 juta yang kabarnya sudah dipersiapkan Indra Sakti Harahap membayarkan uang tinggal dan cicilan gaji sehari sebelum keberangkatan. Bermodalkan itulah ketua umum nantinya akan menyalahkan pemain, yang tidak mau berangkat.</div><div><br></div><div>"Kalau ada yang bilang seperti itu, ya wajar saja. Karena dia tidak tau apa-apa. Uang Rp100 juta itu memang ada disebutkan Yusrizal (wasekum, Red) saat pertemuan di lantai Mes Kebun Bunga. Tapi uang itu bukan untuk tim, tapi biaya hotel, tiket pesawat," ujar Fityan Hamdy sekretaris tim. </div><div><br></div><div>Semakin terbukti ketika pemain meminta uang tersebut, Yusrizal sendiri yang menjawab peruntukan uang itu untuk apa. </div><div><br></div><div>"Uang ini untuk segala kebutuhan berangkat tim. Bukan untuk gaji atau uang tinggal. Itu kata Yusrizal dihadapan pemain, pelatih dan media. Jadi buat orangt-orang yang tidak mengetahui, silahkan tanya. Ini pengurus saja tidak pernah memanggil kami, meminta kejelasan soal kejadian ini. Dan kalau memang uang itu dikasih, tim pasti sudah berangkat," pungkas Fityan. (
Bolahita)</div>