<div><br></div>SEBUAH cerita menarik datang dari Mes Kebun Bunga, setelah sore hari
PSMS gagal berangkat ke Bengkulu. <div><br></div><div>Meskipun gagal berangkat naik pesawat terbang pukul 17.00 Wib, manajemen terus sibuk mencari usaha agar tim tetap terbang di malam hari. Meskipun akhirnya diam-diam penerbangan ini dibatalkan Yusrizal (wasekum, Red), perjuangan ini pun berhasil dan menemukan penerbangan pukul 20.00 Wib. Kini tersisa masalah pinjaman atau uang tinggal pemain. </div><div><br></div><div>Dan saat itu Indra Sakti mengaku tidak memiliki uang cas yang akan diberikan ke pemain. Makanya manajemen kembali sibuk kesana kemari menemui dan mencari orang yang simpati ke PSMS. Kebetulan dokter tim, Rory memiliki kerabat yang mau memberikan pinjaman.</div><div><br></div><div>"Usaha mencari uang berhasil. Ada orang yang mau memberi pinjaman Rp300 juta tanpa bunga. Indra Sakti hanya diminta deadline kapan mau membayar. Sebulan, tiga bulan empat bulan terserah. Terpenting ada hitam diatas putih. Tapi ketum menjawab malah tidak sanggup," kata Rory di mes Kebun Bunga kemarin. </div><div><br></div><div>Manajemen pun terkejut dengan jawaban Indra Sakti Harahap tersebut. Di situasi yang seperti itu, dirinya malah melemahkan semangat perjuangan yang telah dilakukan pemain, yang sudah bersiap menuju bandara, jika pinjaman itu direalisasikan. </div><div><br></div><div>"Jadi silahkan menilai sendiri, seperti apa sosok ketum
PSMS ini. Pemain, manajemen dan pelatih sudah berkorban mencari pinjaman. Padahal ini bukan tufoksi mereka. Lantas, siapa yang tidak memiliki pengorbanan di PSMS?" tanya Abdi Panjaitan, media officer. (
Bolahita)</div>