Kontrak Profesional Menjadi Bukti

Kontrak Profesional Menjadi Bukti

Aug 17, 2013 - 17:57
 0
Kontrak Profesional Menjadi Bukti
Fityan Hamdy saat memberikan keterangan soal surat kuasa
BOLAHITA.COM - Jika memang benar, tidak ada yang perlu dirisaukan. Perjuangan menuntut hak yang belum dibayarkan Indra Sakti Harahap (ketum PSMS, Red) harus dilaksanakan. 

Apalagi saat ini menuntut ketum PSMS tersebut adalah moment yang tepat. Perjuangan punggawa PSMS Medan bisa menjadi motivasi bagi klub-klub lain yang merasakan hal sama. Seperti PSAP Sigli yang baru menerima Rp7 juta dari awal hingga berakhirnya Divisi Utama.  

"Di PSMS, kami punya bukti kontrak profesional, standar yang diberikan PT. Liga Indonesia. Legalitas yang kuat bersama PSMS itu, pemain, pelatih dan ofisial ditandatangani Indra Sakti Harahap. Tertulis juga nominal gaji yang harus dibayarkan setiap bulan dan tenggat pembayaran," bilang Abdi Panjaitan, media officer PSMS Medan.

Namun pada kenyataannya, apa yang tertera dalam kontrak kerja profesional itu tak dipenuhi Indra Sakti Harahap, sebagai penanggungjawab. 

"Pembayaran pertama dan terakhir pemain Januari lalu saja tidak full. Jadi dimana yang namanya menepati isi kontrak. Selesai darisana, kami tidak pernah mendapatkan apa-apa. Janji untuk bertemu dengan tim saja tidak pernah ditepati. Saya hanya menyimpulkan, orang yang tak berani bertemu adalah orang yang salah. Orang yang selalu gonta ganti nomor adalah orang yang kerap berbohong. Itu saja," bilang Abdi

Soal bukti kontrak yang kuat ini juga ditegaskan Suharto AD. Bahkan kontrak semua perangkat tim tersebut sudah ada pada pengelola kompetisi, PT. Liga Indonesia. 

"Kontrak kami sesuai dengan standar yang diberikan PT. Liga dalam pedoman. Kami semua bisa bermain, berkompetisi tentunya sudah disahkan oleh pengelola. Artinya kontrak kami sudah sama mereka dan sah. Lalu apakah dalam memperjuangkan gaji, kami tidak mengakui semua nominal gaji yang tertera di kontrak kerja profesional itu?," tanya Suharto AD. 

Perangkat tim sekali lagi mengingatkan bahwa tidak ada rasionalisasi yang pernah dilakukan Indra Sakti Harahap. Atau statemen dirinya hanya memiliki utang satu bulan saja kepada tim. 

"Jumlah utangnya kepada tim hampir mencapai Rp3 miliar. Belum lagi utang hotel dan tiket pemain asing dan lainnya. Jumlah tersebutlah yang seharusnya dibayarkan olehnya pada kami. Bukan Rp100 juta yang selama ini dia dengungkan," pungkas Abdi Panjaitan. 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow