Muhammad Ridwan, Supersub Penyelamat Semen Padang di Tengah Ancaman Degradasi
Muhammad Ridwan. Penyerang berusia 24 tahun itu tampil sebagai pahlawan tak terduga dalam tiga pertandingan terakhir Kabau Sirah.
BOLAHITA - Di tengah tekanan berat dan bayang-bayang degradasi yang membayangi Semen Padang FC, muncul satu nama yang perlahan mencuri perhatian:
Muhammad Ridwan. Penyerang berusia 24 tahun itu tampil sebagai pahlawan tak terduga dalam tiga pertandingan terakhir Kabau Sirah.
Meski bukan pemain inti, Ridwan menjelma menjadi supersub andalan. Dalam tiga laga tersebut, ia selalu memulai dari bangku cadangan, namun justru tampil menentukan dengan mencetak dua gol penting. Kontribusinya itu menjadi nyawa tambahan dalam perjuangan Semen Padang untuk bertahan di BRI Liga 1.
Tiga pertandingan, tiga kemenangan, dan Ridwan selalu hadir di momen-momen krusial. Ketajamannya muncul di saat paling dibutuhkan, menjadikannya simbol harapan baru bagi tim yang sedang berjuang di papan bawah klasemen.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Muhammad Ridwan bukan wajah baru di sepak bola nasional. Setelah menyelesaikan pendidikan di SKO Ragunan pada 2017, ia sempat memperkuat beberapa klub Liga 1 seperti Sriwijaya FC, Persela Lamongan, Persik Kediri, hingga Dewa United. Meski begitu, namanya belum pernah benar-benar mencuat ke permukaan.
Musim lalu, Ridwan bermain untuk Gresik United di Liga 2. Meski hanya mengumpulkan 126 menit bermain dalam tujuh laga, performanya cukup untuk menarik perhatian Semen Padang.
Namun, awal musim ini pun Ridwan masih lebih sering menghuni bangku cadangan, dengan total 80 menit bermain dari lima pertandingan.
View this post on Instagram
Justru di tengah krisis, Ridwan menunjukkan kualitas sebagai striker oportunis. Tanpa banyak bicara, alumni Timnas Indonesia U-23 ini tampil lugas dan efektif. Dalam tiga laga terakhir, semua golnya lahir dari insting tajam dan penempatan posisi yang cerdas, dieksekusi lewat sundulan mematikan.
Gaya bermain Ridwan memang jauh dari glamor. Ia bukan penyerang flamboyan, namun kehadirannya di lapangan selalu memberi dampak nyata. Dalam situasi sulit, Ridwan membuktikan bahwa ketekunan dan kesiapan bisa mengubah arah permainan.
Perjalanan Semen Padang belum berakhir. Mereka masih harus menghadapi tiga tim kuat asal Jawa Timur: Persebaya Surabaya (11 Mei), Persik Kediri (18 Mei), dan Arema FC (25 Mei). Namun kini, Kabau Sirah punya satu senjata rahasia di lini depan yang bisa diandalkan.
“Motivasi datang dari diri sendiri, dari teman-teman di tim, dan dari pelatih. Kami tidak ingin turun kasta. Target kami jelas, bertahan di Liga 1,” ujar Ridwan, pemain kelahiran Kendal itu, dengan penuh semangat.
Muhammad Ridwan telah membuktikan bahwa dalam sepak bola, pahlawan sejati seringkali lahir dari kesunyian kerja keras, bukan dari sorotan lampu sorot. Kini, mata tertuju padanya untuk terus membawa harapan dalam tiga laga krusial menuju akhir musim.
What's Your Reaction?