Ole Romeny Kenang Orang Tua Saat Eksekusi Penalti Penentu Kemenangan Indonesia atas China

Romeny menambahkan bahwa ia tetap tenang karena teringat pesan dari ayahnya yang selalu mengingatkannya untuk menikmati setiap momen di lapangan, termasuk dalam tekanan besar seperti penalti.

Jun 6, 2025 - 14:01
Jun 6, 2025 - 14:02
 0
Ole Romeny Kenang Orang Tua Saat Eksekusi Penalti Penentu Kemenangan Indonesia atas China

BOLAHITA - Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, mengungkapkan bahwa dirinya teringat kepada kedua orang tuanya saat hendak mengeksekusi penalti penting dalam laga kontra China, Kamis malam, 5 Juni 2025.

Penalti itu menjadi momen krusial yang membawa kemenangan bagi skuad Garuda.

Dalam pertandingan kesembilan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Timnas Indonesia menang tipis 1-0 atas China.

Gol tunggal dalam laga tersebut dicetak oleh Ole Romeny lewat titik putih di menit ke-45. Kemenangan ini memastikan Indonesia lolos ke babak keempat kualifikasi.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Romeny menceritakan detik-detik menjelang pengambilan penalti. Penalti diberikan kepada Indonesia setelah wasit mengecek tayangan VAR yang menunjukkan pelanggaran keras terhadap Ricky Kambuaya di kotak terlarang.

“Ketika melihat wasit menuju layar VAR, saya langsung tahu itu akan menjadi penalti,” ujar Romeny.

Meski situasi begitu tegang, pemain berusia 24 tahun itu mengaku tak merasa gugup. Namun, pikirannya justru tertuju pada sang ibu yang menyaksikan langsung dari tribun.


“Saya sempat melihat ke arah ibu saya dan membayangkan betapa gugupnya dia. Ini adalah kali pertama dia menyaksikan saya bermain langsung di stadion. Saya yakin dia bahkan sulit bernapas saat itu,” ungkapnya sambil tersenyum.

Romeny menambahkan bahwa ia tetap tenang karena teringat pesan dari ayahnya yang selalu mengingatkannya untuk menikmati setiap momen di lapangan, termasuk dalam tekanan besar seperti penalti.

“Ayah saya selalu berkata, nikmatilah setiap momen. Jika kamu tidak menikmatinya, kamu akan gagal. Jadi saya mengingat itu, dan saya benar-benar menikmatinya,” tutup Romeny.

Penalti tersebut bukan hanya memberi kemenangan penting, tetapi juga menjadi momen emosional sekaligus membanggakan bagi Romeny dan keluarganya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow