Adanya ketertarikan PSSI untuk merekrut lima pemain
Sumatera Utara yang berlaga pada PON XVIII lalu disambut antusias manejer tim Ir H Kamaluddin Harahap MSi. Makanya ketika mendengan kabar jika Hardiantono, Agung Prasetyo, Aidun Sastra Utami, M Irfan dan Safri Koto dilirik oleh tim pemandu bakat PSSI, manajemen sudah tak terkejut.<br><br>“Masyarakat
Sumut harus bangga karena setelah era Saktiawan dan Markus Horison, tak ada lagi pemain asal
Sumut yang menjadi pilar di timnas. Semoga mereka mampu mengikuti jejak abang-abangnya itu,” harap Kamaluddin, kemarin (23/9).<br><br>Selanjutnya Kamaluddin yang kemarin didampingi asisten manejer Dr M Nur Rasyid Lubis mengatakan bahwa sejak terbentuk dua tahun dua bulan yang lalu, tim sepak bola PON
Sumut telah mampu mendongkrak dan mengembalikan nama besar
Sumut di pentas sepak bola nasional.<br><br>“Selain menjadi finalis pada PON XVIII, sebelumnya tim ini pun mampu medongkrak PSSA Asahan, naik dari Divisi I ke Divisi Utama. Artinya, ke depan tak tertutup kemungkinan tim ini bakal mampu mengatrol tim-tim asal
Sumut lainnya untuk berlaga di pentas tertinggi sepak bola tanah air, seperti di ajang ISL ataupun IPL,” bilang Kamaluddin.<br><br>Sementara itu kapten tim PON Sumut, Hardiantono lebih siap jika dipercaya memperkuat
PSMS ataupun tim asal
Sumut lainnya. Menurutnya, kesediannya memperkuat tim asal
Sumut di pentas Divisi Utama adalah sebagai bentuk terima kasih kepada masyarakat yang selama ini mendukung tim PON Sumut.<br><br>Wewakili rekan-rekannya, Hardiantono mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan perhatian yang diberikan Ir H Kamaluddin Harahap, trio pelatih Rudi Saari, Mardianto dan Budiono, juga kepada pihak PTPN IV Bahjambi dan seluruh masyarakat yang ada di sana. <br><br>“Satu nama yang takkan bisa dilupa Pak Azzam (Azzam Nasution, Red) yang di awal terbentuknya tim PON
Sumut telah menyediakan tempat untuk berteduh dari hujan dan panas. Terima kasih untuk semuanya,” pungkas Hardiantono. (
Bolahita)<br>