Persebaya Berharap Dua Laga Kandang Terakhir di Stadion GBT
Pemerintah Kota Surabaya telah memberikan lampu hijau penggunaan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) setelah Piala Dunia U-20 2023 dibatalkan di Indonesia.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Pemerintah Kota Surabaya telah memberikan lampu hijau penggunaan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) setelah Piala Dunia U-20 2023 dibatalkan di Indonesia.
Namun, Persebaya Surabaya, klub sepak bola lokal, belum buru-buru menggunakan stadion tersebut.
Status penggunaan GBT masih berada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan belum dikembalikan kepada Pemprov DKI sebagai pemilik aset.
"Sejak November 2022 hingga saat ini, informasi yang kami dapat izinnya masih di PUPR. Mudah-mudahan bisa segera dikembalikan ke Pemkot Surabaya," ujar Manajer Persebaya Yahya Hasan Alkatiri.
“Kami berterima kasih kepada Pak Wali Kota (Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi) yang telah mengizinkan kami kembali ke GBT. Kami sangat berharap bisa bermain di GBT dengan penonton karena esensi sepak bola adalah untuk ditonton oleh semua orang,” tambah mantan manajer tersebut. Persik Kediri.
Persebaya masih menyisakan tiga laga kandang melawan Persija Jakarta (5/4), Arema FC (11/4), dan Dewa United FC (15/4). Pertandingan melawan Persija rencananya akan digelar di Stadion Joko Samudro Gresik.
Sementara itu, saat menghadapi Arema FC, Liga Profesional Indonesia (Liga Indonesia Baru atau LIB) memutuskan menggelar laga derby Jatim di Stadion Institut Ilmu Kepolisian (PTIK). Namun, manajemen Persebaya berharap pertandingan bisa digelar di GBT.
Selain soal status GBT, ada juga aturan keamanan yang diatur dalam Peraturan Kapolri (Perpol) 10/2022. Peraturan baru yang dikeluarkan pascatragedi Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 itu menyebutkan, permohonan izin penyelenggaraan kompetisi olahraga nasional harus diajukan paling lambat 21 hari kerja sebelum perhelatan.
Artinya, pertandingan melawan Persija di GBT tidak mungkin digelar meski pengelolaan GBT dikembalikan ke Pemkot Surabaya besok. Karena ada aturannya di Perpol, jelas Yahya Alkatiri.
“Namun kami sangat berharap laga melawan Arema FC tetap bisa digelar di GBT. Kami ingin kembali ke home base, dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk kembali ke GBT di sisa musim. Semoga ada solusinya secepatnya," pungkas mantan manajer EPA Persebaya itu.
What's Your Reaction?