PT LIB Umumkan Perubahan Besar: Wajib Mainkan Pemain U-23 dan Rebranding Jadi I-League
Salah satu perubahan paling mencolok adalah kewajiban setiap klub untuk mendaftarkan lima pemain U-23, dan minimal satu di antaranya wajib dimainkan selama 45 menit di setiap pertandingan.
BOLAHITA - PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) resmi mengumumkan sejumlah regulasi baru yang akan diberlakukan dalam kompetisi Super League 2025/2026, menggantikan nama lama Liga 1 Indonesia.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah kewajiban setiap klub untuk mendaftarkan lima pemain U-23, dan minimal satu di antaranya wajib dimainkan selama 45 menit di setiap pertandingan.
Aturan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Senin (7/7/2025). Ferry menyebut kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat pengembangan pemain muda di level tertinggi sepak bola nasional.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
“Terkait pemain U-23, kelahiran 2003, klub wajib mendaftarkan lima orang dan minimal satu harus bermain selama 45 menit di tiap laga,” ujar Ferry.
Selain itu, PT LIB juga mengubah regulasi terkait kuota pemain asing. Setiap klub kini dapat mendaftarkan hingga 11 pemain asing, dengan maksimal 8 pemain yang boleh dimasukkan ke daftar susunan pemain (DSP) pada hari pertandingan.
“Kalau klub hanya ingin mendaftarkan 8 ya tidak masalah. Tapi yang jelas, 8 bisa masuk DSP dan 11 boleh didaftarkan. Regulasi ini diharapkan bisa tetap konsisten ke depan,” jelas Ferry.
Rebranding Menjadi I-League
Tidak hanya perubahan teknis, PT LIB juga mengumumkan rebranding besar-besaran. Mulai musim ini, PT LIB resmi mengganti nama menjadi I-League, seiring dengan transformasi menyeluruh terhadap wajah kompetisi sepak bola Indonesia agar lebih modern dan mendunia.
Transformasi ini juga ditandai dengan penunjukan Takeyuki Oya, sosok berpengalaman asal Jepang, sebagai General Manager (GM) Competition and Operation. Kehadirannya diharapkan membawa sentuhan profesional dan inovatif dalam pengelolaan kompetisi domestik, sejalan dengan standar liga-liga maju seperti J-League.
View this post on Instagram
Perubahan di Tingkat Komisaris
Dalam RUPS tersebut, juga diumumkan perubahan pada posisi komisaris. Glenn Sugita, Direktur Utama Persib Bandung, resmi menggantikan Teddy Tjahjono sebagai komisaris PT LIB. Pergantian ini diyakini akan membawa arah baru dalam strategi bisnis dan tata kelola liga.
Harapan Besar untuk Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Beragam pembaruan ini disambut dengan antusias oleh publik sepak bola nasional. Selain memperkuat kompetisi secara teknis, kebijakan memainkan pemain muda secara reguler juga diharapkan mendorong proses regenerasi pemain lokal di level tertinggi.
Dengan komitmen baru ini, I-League menegaskan visinya untuk membangun kompetisi yang lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan—serta mendorong talenta lokal bersaing di panggung nasional dan internasional.
What's Your Reaction?