BOLAHITA, MEDAN - Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan menegaskan
PSMS Medan bukan lawan yang mudah dikalahkan. Apalagi ketika bermain di Stadion Teladan, motivasi skuat Ayam Kinantan bisa berlipat ganda.
"Bermain dan menghadapi
PSMS di
Medan saya pikir bukan satu pekerjaan yang mudah untuk seorang pelatih, menentukan permainan yang tepat," kata Rahmad Darmawan.
"Satu contoh Persija Jakarta. Kita tahu bagaimana mereka (Persija, red) datang kemari dengan satu tim yang sedang onfire. Tapi harus kalah dari PSMS. Artinya kita memang harus benar-benar jeli menyikapi
PSMS ini ketika bermain di kandang sendiri," ucap Rahmad Darmawan.
Secara keseluruhan Rahmad Darmawan mewaspadai permainan
PSMS Medan. Adalah persoalan motivasi dan agresivitas Legimin Rahardjo menjadi sorotan. "Motivasi pemain dan agresivitas bermain di kandang.
PSMS bermain secara solid, mereka bermain saling mengisi modal kuat tim Ttuan rumah. Dan memang ada juga pemain-pemain kunci mereka. Tapi secara keseluruhan kami akan mencoba mengimbangi
PSMS dengan bermain sebagai tim," ujar Rahmad.
Selain itu Rahmad Darmawan membeberkan bahwa Sriwijaya ke
Medan memboyong sebanyak 21 pemain. "Karena setelah pertandingan melawan PSMS, kami hanya memiliki waktu tiga hari sebelum main lawan PSIS Semarang di kandang. Jadi tidak ada waktu lagi kalau pemain ditinggal," kata Rahmad Darmawan.