BOLAHITA - Anggota Komisi X DPR RI, dr Sofyan Tan, menilai tepat upaya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan KONI Sumut memetakan cabang olahraga unggulan di setiap daerah. Selain lebih efisien, program ini juga bisa lebih fokus dalam mencapai prestasi.
“Memang banyak cabor yang berkembang di
Sumatera Utara. Tapi tidak mungkin semuanya ditangani, karena hasilnya tidak akan maksimal,” ungkap Sofyan Tan saat kunjungan kerja ke Kantor Disporasu Jl Iskandar Muda
Medan, baru-baru ini.
Fokus pembinaan menurut Ketua Umum Perbasi
Sumut ini, tentu terkait dengan anggaran dan sarana prasarana. Jika suatu daerah telah ditentukan cabor unggulannya, maka sarana terkait cabor tersebut sajalah yang dilengkapi.
Kriteria penentuan cabor unggulan bisa saja ditentukan dari faktor sejarah. Misalnya,
Sumut selalu menjadi sentra lahirnya pemain sepakbola andal. Basket pernah jaya di era 1970 dan 1980-an, begitu juga dengan renang, polo air, hoki, tinju, dan karate.
Kadisporasu, Baharuddin Siagian SH MSi, kembali menyampaikan bagaimana Kabupatem Karo berhasil menjadi juara umum kedua Porprovsu setelah meraih banyak medali dari cabor atletik dan gulat. Untuk itu, perlu dilakukan mapping (pemetaan) di kabupaten/kota agar nantinya memiliki prioritas untuk menggalakkan olahraga yang potensi di kawasan masing-masing.
Sofyan Tan mengakui dana olahraga dan pemuda secara nasional sangat minim. Karena itu, ia hadir langsung ke Dispora
Sumut untuk menyerap kebutuhan dan masukan untuk peningkatan anggaran di masa mendatang.
Menurutnya, ada dua bantuan yang akan disalurkan ke Sumut. Pertama pembangunan lima lapangan di pedesaan sebagai bagian dari program pemerintah 1.000 lapangan di seribu desa. Kedua, ada anggaran senilai Rp2 miliar untuk rehabilitasi GOR mini.
“Saya masih cari-cari gedung mana yang pantas direhab dengan anggaran Rp2 miliar,” ungkap Pemuda Pelopor tahun 1990 Bidang Kesetiakawanan Sosial itu.