WASIT ASING MEMIMPIN LAGA PERSIRAJA VS PSMS MEDAN
Persiraja Banda Aceh dijadwalkan menjamu PSMS Medan di Stadion Haji Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, dalam laga yang dipastikan sarat gengsi, harga diri, serta marwah dua daerah bertetangga.
BOLAHITA - Wasit asing akan memimpin pertandingan klasik antara dua klub tertua di Sumatera yang tersaji pada Minggu (18/1/2026) malam.
Persiraja Banda Aceh dijadwalkan menjamu PSMS Medan di Stadion Haji Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, dalam laga yang dipastikan sarat gengsi, harga diri, serta marwah dua daerah bertetangga.
Selama ini, PSMS Medan dan Persiraja Banda Aceh kerap dijuluki sebagai “King Sumatera”. Julukan tersebut tak lepas dari kiprah konsisten keduanya di kancah sepak bola nasional dalam beberapa tahun terakhir, serta rivalitas tinggi yang telah terbangun sejak lama.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Karena itu, duel ini bukan sekadar pertandingan biasa. Laga Persiraja kontra PSMS menjadi ajang pembuktian siapa yang paling pantas menyandang status raja sepak bola Sumatera, sekaligus menegaskan dominasi di antara dua kekuatan besar Pulau Andalas.
Pihak PT Liga Indonesia Baru menyadari laga Persiraja melawan PSMS Medan selalu berlangsung dengan tensi tinggi, baik di dalam lapangan maupun di tribun penonton. Oleh sebab itu PT LIB menunjuk wasit asing untuk memimpin pertandingan ini.
Penggunaan wasit asing di kasta kedua, atau Liga Championship bukanlah hal yang lazim. Karena hampir tidak ada pertandingan kompetisi kasta kedua yang dipimpin oleh wasit asing pada musim ini. Media Officer Persiraja, Ariful Usman membenarkan pertandingan melawan PSMS Medan akan dipimpin wasit asing. Hal itu dilakukan karena laga tersebut dikenal panas dan penuh tensi.
“Dalam match meeting tadi disebutkan pertandingan akan dipimpin oleh wasit asing, meski belum disebutkan identitas wasit serta asal negaranya,” ujar Ariful.
View this post on Instagram
Duel Persiraja kontra PSMS juga dikenal sebagai El Clasico Sumatera, karena para pemain akan tampil dengan tensi tinggi demi menjaga marwah masing-masing klub.
Atmosfer persaingan tidak hanya terasa di lapangan, tetapi juga merembet ke tribun penonton bahkan jauh hari sebelum laga digelar. Psywar dari pendukung lawan kerap diberikan. Pada pertemuan pertama, Persiraja mendapat tekanan psikologis dari pendukung Ayam Kinantan saat bermain di Stadion Utama Sumatera Utara beberapa bulan lalu.
What's Your Reaction?