10 Cabor Terancam Batal di PON Papua, Bali Paling Dirugikan
10 Cabor Terancam Batal di PON Papua, Bali Paling Dirugikan
BOLAHITA, DENPASAR - Kabar tak sedap mulai berhembus terkait cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di PON XX/2020 di Papua mendatang.
Kabar pengurangan sebanyak 10 cabor yang dipertandingkan pada tahun depan telah beredar ke seluruh peserta.
Menurut Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, kabar itu didengarnya setelah terjadinya persoalan di Papua pertenghan bulan ini. Ketika adanya persoalan sehingga ada demo dan orang turun ke jalan di Papua.
“Ini spekulasi yang kami terima akhir-akhir ini, dimana bakal ada pengurangan 10 cabor lagi di PON Papua tahun depan. Hanya saja spekulasi itu belum direaksi oleh pihak KONI Pusat. Artinya apakah spekulasi itu nantinya benar terjadi, atau dicarikan solusinya. Ini yang sedang kami tunggu,†tutur Suwandi kepada Bolahita, Jumat (29/8/2019) pagi di Kantor KONI Bali.
Menurutnya, jika berandai-andai hal itu benar, maka kasihan atlet yang sudah lolos PON melalui pra-PON nantinya, juga termasuk KONI-KONI provinsi lainnya di seluruh Indonesia sudah mempersiapkan diri dengan matang menghadapi PON 2020.
“Dan kalau benar itu terjadi, maka yang banyak dirugikan tak lain yakni Bali. Kami sebutkan dulu 10 cabor yang dispekulasikan dikurangi itu tak lain, balap motor, catur, bridge, gateball, woodball, dansa, selam, kriket, petanque dan ski air,†tambahnya.
Padahal versi Suwandi, dari 10 cabor yang dikurangi itu, sekitar 7-8 cabor memiliki banyak potensi memberikan emas bagi Bali. Dicontohkannya dari cabor petanque, dansa, kriket, gateball dan woodball.
“Sekitar 12 emas target kami di cabor itu bakal hilang. Ini pekerjaan yang berat untuk mencapai target 30 medali emas yang kami pancang di PON Papua nantinya. Sekarang perkiraan hilangnya 15 persen peraihan emas dari target itu menjadi tugas dan beban kami,†ucap Suwandi.
â€Bahkan untuk mencapai 20 emas seperti pada PON Jabar yang kami raih itu bakal sulit kami gapai di PON Papua. Semoga hal itu tidak sampai terjadi. Kalau terjadi, maka setelah informasi resmi maka kami harus berhitung ulang lagi untuk perubahan target nantinya,†pungkas Suwandi.
What's Your Reaction?