BOLAHITA, MEDAN - Ketua Asosiasi Futsal Kota (AFK)
Medan, H Muhammad Alhusaini Mubayyin menyatakan bahwa, panpel Fun Futsal Poldasu 2021 telah melanggar rekomendasi penyelenggaraan turnamen yang telah dikeluarkan AFK.
Pada dasarnya rekomendasi diberikan dengan penekanan untuk mentaati protokol kesehatan (prokes).
Pernyataan tersebut terkait viralnya laga final Fun Futsal 2021 yang mempertemukan tim Polsek
Medan Kota kontra Alwashliyah Tanjungbalai di GOR Futsal Disporasu, Minggu (31/1/2021). Pada final tersebut, GOR dipenuhi penonton hingga ke sisi lapangan.
"AFK
Medan hanya memberikan rekomendasi meski awalnya sempat menawarkan kerja sama dengan kita kasih panduan mengutamakan prokes dan tentu membatasi penonton. Misalnya, kapasitas GOR 700 orang, kita berikan 100 orang. Itu kami tawarkan, tapi mereka tidak mau karena kabarnya langsung ke AFP Sumut. Jadi memang AFK
Medan tidak ikut campur," kata Alhusaini yang dilansir Bolahita dari Harian SIB.
Menanggapi hal tersebut, Alhusaini punya dua tanggapan berbeda. "Pertama kita positif, ini karena masyarakat rindu event futsal dan bukti bahwa futsal salah satu cabor yang sangat berkembang di
Medan. Negatifnya, panpel melanggar rekomendasi kita," jelasnya.
Pihaknya pun kembali mengimbau agar setiap pelaksanaan event di wilayaj
Medan, harus tetap melalui rekomendasi AFK. "Jadi kita yang akan siapkan perangkatnya," tambah dia.
Ketika dikonfirmasi, Ketua Panpel, Bani pun belum banyak memberi komentar. "Sebentar ya, bang," ucapnya singkat sebelum menutup telepon. Adapun Fun Futsal 2021 berlangsung hampir dua pekan hingga final Minggu (31/1) di GOR Disporasu. Laga final yang live di Youtube pun viral di social media karena dipenuhi penonton.