Kisruh sepak bola
Sumatera Utara sepertinya tidak akan pernah usai. Kali ini kritikan dilontarkan kepada Asosiasi PSSI Provinsi
Sumut atas seleksi pemain beberapa waktu lalu di Stadion TD Pardede.
Pencarian pemain ini dinilai ngawur karena bertujuan mencari pemain memperkuat Pra Pon Sumut. Padahal babak delapan cabang sepak bola di Porwilsu baru dilangsungkan November mendatang. Selain itu, Asprov PSSI
Sumut juga menggelar seleksi untuk kategori U-14 dan 16.
"Mereka (Asprov PSSI
Sumut seharusnya memfokuskan pencarian pemain di babak delapan besar ini. Karena sejatinya ajang ini merupakan arena pemain untuk dipantau memperkuat
Sumut nantinya," ujar Parlin Siagian tokoh sepak bola di
Sumatera Utara. Dia menilai apa yang dilakukan Asprov tersebut sangat dipaksakan.
Dan ternyata seleksi pemain tanggal 22 Juni lalu di Stadion TD Pardede dikenakan biaya. Setiap pemain yang mau ikut seleksi dipungut sebesar Rp10ribu. "Inikan sudah aneh dan lucuu. Mencari pemain yang bagus, tapi mereka harus bayar seleksi. Kasihan kalau ada pemain yang bagus, tapi enggak bisa terpantau karena tidak sanggup bayar Rp10ribu," ujar Amrustian pelatih tim Porwil Kota
Medan.
Eks pelatih PSBL Langsa ini menyarankan Asprov PSSI
Sumut cerdas dalam bertindak. "Kalau memang tidak sanggup menggelar seleksi, ngapian dilakukan. Apa uang yang dipungut ini buat honor pemandu bakat?," tanya Amrustian.