BOLAHITA - Mendapat tekanan ketika bermain di klub sebesar Real Madrid tentunya sangatlah besar. Namun apa yang dihadapi oleh Gareth Bale saat bergabung dengan Real Madrid lebih dari sekadar beban sebagai seorang pemain.
Status Bale sebagai pemain termahal di dunia terus membuatnya terbebani sejak pertama kali dia membela klub sepakbola yang bermarkas di stadion Santiago Bernabeu tersebut. Di musim pertama berseragam Real Madrid berjalan lebih mulus bagi Bale. Dia tak terlalu menghadapi tekanan berarti.
Empat gelar sukses dipersembahkannya bagi squad asuhan Carlo Ancelotti tersebut pada musim 2013/2014. Apalagi ia turut menjadi salah satu aktor bagi kemenangan Madrid di partai final Liga Champions.
Sayangnya hal tersebut tak berlanjut pada musim keduanya di Bernabeu. Madrid dipastikan mengakhiri musim 2014/2015 tanpa gelar satupun setelah Barcelona memastikan diri menjadi juara La Liga setelah mengalahkan Atletico Madrid pada pekan ke-37.
La Liga Primera Division kini masih menyisakan satu pertandingan lagi, namun selisih empat poin sudah tidak mungkin lagi bisa dikejar oleh Madrid. Sebelumnya mereka juga sudah tersingkir di Copa del Rey serta Liga Champions karena kalah dari Juventus.
Bale pun sontak menjadi sasaran dari kegagalan-kegagalan yang diraih oleh Madrid di musim ini. Bahkan di awal tahun 2015, winger yang kini berusia 25 tahun tersebut seringkali mendapatkan cemoohan dari para Madridista.
Dari sini akhirnya nampak jelas seberapa besarnya ekspektasi pendukung Madrid pada Bale yang ditransfer dengan nilai melebihi nilai transfer dari sang bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Sementara Bale ternyata hanya bisa bermain dibawah standar.