Benny Tomasoa Bagusnya Jadi Perlengkapan Saja

Benny Tomasoa Bagusnya Jadi Perlengkapan Saja

Sep 4, 2012 - 10:36
 0
Benny Tomasoa Bagusnya Jadi Perlengkapan Saja
Benny Tomasoa, manajer gagal di PSMS<br>
Manajemen PSMS ISL dikabarkan sudah menerima 100 persen haknya dari PT Liga. Info sudah beresnya hak PSMS  ini mencuat setelah salah satu petinggi ANTV berkomentar di grup sepakbola di facebook. PSMS disebutkan sebagai satu di antara beberapa klub yang haknya sudah dibayarkan PT Liga.<br><br>Namun kabar yang beredar ini dibantah oleh CEO PSMS, Idris. "ANTV tidak ada urusan langsung ke PSMS. Itukan bahagian dari hak komersial yang disetorkan ke BLI. Kemudian BLI mendistribusikannya ke klub-klu. Pastinya kami belum menerima duit dari BLI," jawabnya.<br><br>Namun jawaban konyol malah diberikan Benny Tomasoa, manajer PSMS Medan. Pria yang mulai di cap hanya jago buang badan ini mengaku tak mengetahui urusan keuangan di tim. Meskipun sebagai manajer, Bento - panggilan akrab Benny Tomasoa hanya mengaku mengurusi tim saja. <br><br>"Saya tidak tahu masalah keuangan dari Liga. Coba tanya CEO saja, karena dari awal saya tidak tahu masalah keuangan. Karena itu bukan job saya dan saya harus mengurus tim. Setahu saya dari Liga, kita sepertinya masih ada hak, coba  dikroscek saja ya," ungkapnya via BBM kepada wartawan.<br><br>Pernyataan Benny ini langsung memantik reaksi para pendukung dan khususnya Sekretaris PSMS ISL, Fityan Hamdy. Kekonyolan Benny ini dianggapnya sebuah bukti yang menunjukan, Benny tidak memiliki peran penting selama berada di tim. <br><br>Malah Fityan menilai Benny terlalu sering melempar tanggung jawab ke CEO, ketika media mempertanyakan soal financial tim. Padahal sebagai manajer, harusnya pro aktif dan wajib tahu soal keuangan klub. <br><br>"Layaknya manajer di semua klub sepakbola harus tahu kondisi klub. Kalau dia hanya ngurus tim, seperti yang dia lakukan selama ini di PSMS, bagus jadi bagian perlengkapan saja, ngapain jadi manajer," tegasnya.<br><br>Fityan gerah, lantaran selama ini, Benny tidak bisa menjadi manajer yang baik. Dia tidak bisa menjadi problem solver untuk pemain yang butuh jawaban atas hak yang belum dibayar. <br><br>"Heran saja, lihatnya kayak gitu. Pemain-pemain itu semua kalau ada apa-apa harus ke Pak Idris. Fungsi manajer apa?. Soal gaji pemain, itu juga tugas manajer, harus tahu detail bagaimana," pungkasnya.(Bolahita) <br>

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow