Mencoba membawa
PSMS Medan menjadi sebuah klub sepak bola profesional yang sekaligus memperbaiki prestasi menjadi alasan Indra Sakti mau menjadi ketua umum. <br><br>Namun pasca terpilihnya menjadi pemimpin di klub asal Kota
Medan ini, ancaman dualisme yang diberikan pengurus Idris terus mengalir. Bahkan jika memang kepemimpinannya malah memberikan efek negatif bagi sepak bola di
Medan, dirinya siap tak mau lagi menjalankan visi dan misinya, memajukan PSMS. <br><br>"Saya tidak ngotot dan ambisius. Kalau tidak teruji,Saya sendiri akan mundur. Bagi Saya mengurus
PSMS ini sebuah pelayanan, bukan mencari popularitas," kata Indra Sakti kepada wartawan.<br><br>Dirinya juga heran ketika ada orang yang mau membantu PSMS, banyak masalah yang bermunculan. Pundemikian, pria ini tetap ingin menjalankan program kerjanya. Misalnya untuk tahap pertama menggelar turnamen sepak bola antar klub anggota PSMS. <br><br>"Sebelumnya tidak ada yang mau memegang PSMS, ketika Saya terpilih kenapa harus ribut-ribut lagi. Anehnya seakan-akan ada yang diperebutkan disini, padahal tidak sama sekali," sambungnya.<br><br>"Sebagai klub profesional, jangan hanya menggerogoti anggaran APBD dan itu yang sedang Saya pikirkan bersama PSMS," tambah Indra. (
Bolahita)<br>