TIMNAS TIMOR LESTE DITAHAN IMBANG PAYA BAKUNG UNITED DALAM LAGA UJICOBA
Timnas Timor Leste harus puas bermain imbang 1-1 saat menghadapi Paya Bakung United dalam laga ujicoba sebagai bagian dari persiapan menuju ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 atau Piala AFF U-19 2026 yang akan digelar pada 1–13 Juni mendatang.
BOLAHITA.ID - Timnas Timor Leste harus puas bermain imbang 1-1 saat menghadapi Paya Bakung United dalam laga ujicoba sebagai bagian dari persiapan menuju ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 atau Piala AFF U-19 2026 yang akan digelar pada 1–13 Juni mendatang.
Pertandingan berlangsung di Stadion TD Pardede, Kabupaten Deliserdang, Senin (25/5/2026) sore. Laga ini juga menjadi bagian dari proses adaptasi Timor Leste yang lebih dulu tiba di Sumatera Utara.
Dalam pertandingan tersebut, tim berjuluk O Sol Nascente tampil cukup menjanjikan. Namun di awal babak pertama, para pemain masih bermain hati-hati sambil membaca pola permainan lawan.
Memasuki pertengahan babak pertama, skuad asuhan Emral Abus mulai menguasai jalannya pertandingan. Mereka bahkan sempat menciptakan dua peluang emas, meski belum berhasil dikonversi menjadi gol.
Di sisi lain, Paya Bakung United yang mendapat dukungan penuh dari suporter tuan rumah mencoba menekan lewat serangan balik cepat. Hingga turun minum, skor tetap 0-0.
Pada babak kedua, Timor Leste tampil lebih percaya diri. Tekanan dari suporter lawan tidak mengganggu fokus permainan mereka.
View this post on Instagram
Melalui skema serangan cepat dari lini tengah, Timor Leste akhirnya berhasil unggul lebih dahulu. Gol tercipta dari permainan cepat yang membuat lini pertahanan Paya Bakung United kewalahan.
Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Paya Bakung United mampu menyamakan kedudukan lewat serangan balik efektif. Skor 1-1 pun bertahan hingga laga usai.
Usai pertandingan, pelatih Timor Leste, Emral Abus, mengaku cukup puas dengan perkembangan timnya, terutama dalam proses adaptasi bermain di lapangan rumput alami.
Ia mengungkapkan bahwa selama ini timnya lebih sering berlatih di lapangan sintetis, sehingga membutuhkan waktu penyesuaian sebelum tampil di turnamen resmi.
“Saya berterima kasih kepada federasi karena program tim pelatih dikabulkan. Yang paling penting bagi kami adalah bisa datang lebih awal ke Indonesia,” ujar Emral.
Menurutnya, perbedaan antara lapangan sintetis dan rumput alami sangat terasa, baik dari pergerakan bola maupun penggunaan sepatu pemain.
“Selama ini kami tidak pernah latihan di lapangan rumput. Di sintetis bola lebih mulus dan kontrol lebih mudah, sedangkan di rumput alami berbeda,” jelasnya.
Meski hanya bermain imbang, Emral menilai timnya sebenarnya memiliki peluang untuk meraih kemenangan. Namun, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah.
“Hari ini sebenarnya kami bisa menang lebih banyak, tetapi finishing masih menjadi masalah,” katanya.
Ia menegaskan, keputusan datang lebih awal ke Indonesia memang bertujuan agar pemain bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan rumput.
Emral juga mulai melihat perkembangan positif dari para pemainnya, termasuk beberapa pemain yang kini mampu tampil konsisten sepanjang pertandingan.
“Kami melihat ada perkembangan. Beberapa pemain yang sebelumnya tidak bisa bermain penuh, sekarang sudah lebih konsisten,” ujarnya.
Meski begitu, ia tetap mencatat sejumlah evaluasi, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan koordinasi lini pertahanan.
Sejauh ini, Timor Leste baru menjalani tiga kali latihan di lapangan rumput sejak tiba di Sumatera Utara, yakni di Stadion Baharoeddin Siregar dan Stadion TD Pardede.
“Besok kami kembali latihan di Baharoeddin Siregar sebelum pindah ke lapangan resmi yang disiapkan panitia,” tutupnya.
What's Your Reaction?