Catatan Singkat, Gelora Sepakbola di Kala Senja, Sumatera Utara

Catatan Singkat, Gelora Sepakbola di Kala Senja, Sumatera Utara

Nov 29, 2018 - 20:00
 0
Catatan Singkat, Gelora Sepakbola di Kala Senja, Sumatera Utara
Ricky Fahreza pemerhati olahraga di Sumatera Utara
Sulit melepaskan kecintaan kita terhadap dunia sepakbola. Fanatisme bercampur dengan hiruk pikuk perjalanannya, sepakbola tetaplah menyenangkan untuk dimainkan bagi sebahagian orang di indonesia ini.

Catatan Ringan - Ricky Fahreza

Visi pembinaan usia dini seakan misi klasik yang tidak berujung. Seluruh aspek yang terkait fundamental dalam pengembangan sepakbola terus dilakukan dan diupayakan. Mungkin hari ini bukanlah hari yang baik bagi perjalanan tim Nasional Indonesia di Piala AFF. Tapi secercah harapan di masa mendatang terlihat dari mayoritas pemain usia dibawah 23 tahun yang mendominasi skuad tim nasional kita.

Tahun ini, Sumatera Utara mungkin hanya mengirimkan satu wakilnya di tim nasional kali ini yaitu Riko Simanjuntak. Namun, kita boleh berbesar hati karena di tingkat junior kita memiliki talenta-talenta yang siap berkembang.

Ada David Maulana, kapten Timnas Indonesia U-16 yang baru saja memimpin teman-teman nya melepaskan dahaga pecinta sepakbola indonesia, mampu menghadirkan trofi Piala AFF U-16 untuk Indonesia.

Lalu ada Egy Maulana Vikri, wonderkid Indonesia yang sedang mencoba peruntungannya di Liga Eropa, bersama Lechia Gdansk di Liga Polandia. Atau Firza Andika yang baru menyelesaikan Trial di AFC Tubize Belgia dan melanjutkan petualangannya trial di Spanyol.

Itu adalah sepintas gambaran cerita hangat sepakbola di Sumatera Utara dan produk dari kesabaran pelaku sepakbola di sumatera, yang sedang terfokus dalam tataran pengembangan dan pembinaan usia dini.

Terlepas dari semua itu, terlihat kembali gairah dari eks pemain dan mantan pengurus sepakbola di Sumatera Utara. Aktivitas yang rutin melalui latihan dan pertandingan persahabatan serta mulai menjamurnya Klub-Klub "Old Crack" itu berdiri.

Terbatasnya stamina karena faktor usia dengan tujuan persahabatan dan silaturahmi, menariknya pertandingan sepakbola old crack dimainkan 7 pemain melawan 7 pemain dalam aturan sepakbola dan ukuran lapangan yang disesuaikan.

Klub-Klub Old Crack itu menambah warna tersendiri dalam sepakbola, di sebagian daerah justru menghidupkan kembali gairah sepakbola lewat tajuk silaturahmi. Bahkan Klub-Klub ini mendapat undangan untuk mengikuti turnamen di negara-negara tetangga.

Puncaknya beberapa bulan lalu kita mampu membuat turnamen yang berskala internasional di deli serdang yang diikuti oleh 14 tim dari mancanegara.

Mereka bertanding ataupun berlatih tidak untuk mengejar prestasi melainkan hanya untuk bersenang-senang bermain sepakbola serta menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani. Sehabis letih bekerja, berolahraga dan setelahnya kembali ke keluarga masing-masing.

Lewat pertemuan dan persahabatan maka sering memunculkan diskusi-diskusi kecil dalam niatan memajukan sepakbola di Sumatera Utara. Pemikiran dan ide-ide ini sudah sepantasnya disatukan dalam satu wadah, terserah apakah itu menjadi asosiasi atau komunitas maupun perkumpulan.

Jika wadah ini mendapat dukungan dan terbentuk maka banyak hal positif yang bisa dihasilkan. Selain mempererat silaturahmi lewat pertandingan sepakbola old crack, tapi juga kegiatan-kegiatan sosial yang bisa dilakukan sebagai sumbangsih dan kepedulian untuk pengembangan dan pembinaan sepakbola di Sumatera Utara.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow