Di Balik Para Pria yang Pacarnya Adalah Jersey

Di Balik Para Pria yang Pacarnya Adalah Jersey

May 21, 2014 - 00:06
 0
Di Balik Para Pria yang Pacarnya Adalah Jersey
Komunitas MOJ saat berkumpul
Di balik maraknya beberapa komunitas suporter bola atau yang lebih akrab disebut fan base di tiga tahun belakangan ini, perkembangan jersey pun seakan berbanding lurus dengan itu. Jersey ataupun baju bola, semakin mendapat hati dari para pecinta sebuah klub sepakbola atau pemain favoritnya.

Oleh : Christopel Naibaho
Beberapa beranggapan, jika mencintai sebuah klub salah satu keharusan itu paling tidak mempunya koleksi berbagai hal tentang klub tersebut, terutama jersey. Hal tersebut juga merupakan salah satu alasan sebuah komunitas yang baru terbentuk 1 tahun lebih ini. Medan Original Jersey (MOJ) merupakan tempat para pecinta “kain” yang mereka sebut jersey - bukan hanya yang baru, tapi yang bekas juga pastinya memiliki nilai berarti bagi mereka.

Tapi kenyataannya, jersey yang mereka cari itu asli atau original, jadi bukan sembarang kain biasa yang mereka incar. Mereka disebut kolektor juga, tak jarang jersey buruan mereka bisa mengocek kantong dalam-dalam bahkan bela-belain sampai ke luar negeri untuk mendapatkannya.

Tujuannya sudah pasti nilai kepuasan. MOJ mengakui lebih berbangga mengenakan jersey-jersey tadi dengan kualitas asli, dari pada kw-an yang sekarang juga semakin menyebar. Bukan hanya saja dikenakan atau dipakai, tapi beberapa di antaranya bilang kalau jersey favorit masing-masing banyak yang hanya sekedar dipajang dalam lemari. Teramat suka, jadinya sampe gitu – dipakaikan pun ogah.

Kepada Furqon yang merupakan salah seorang di balik MOJ tadi. Ia bilang, MOJ awalnya terbentuk dari sekedar kumpul-kumpul biasa dengan beberapa orang saja yang kenalannya juga dari sosial media. Menyadari kalau punya hobi yang sama, mereka langsung buat grup di BBM dan twitter dengan maksud agar orang-orang tahu dan ikut bergabung juga. Tepat di 19 September 2012, barulah MOJ resmi dikukuhkan hingga saat ini, anggotanya juga terus bertambah sampai 30 orang.

Nama komunitas Medan Original Jersey (MOJ) itu sendiri diambil bukan tanpa perdebatan panjang. Awalnya ada beberapa nama, tapi terlalu terdengar sangar kata mereka. Seperti, MAUT-J (Medan Authentic Jersey). Mereka sadar, komunitas ini bukan geng preman untuk seram-seraman, makanya dipilih MOJ menggantikan nama tadi karena kedengaran lebih simpel.

Harganya sampai puluhan juta

Semua anggota MOJ seperti ditakdirkan saling melengkapi. Artiannya tidak jauh dari saling mengisi atau pun barter jersey juga. Beragam identitas dan profesi tergabung menjadi satu, ada yang mahasiswa, punya bengkel, polisi, penyiar, rental mobil, toke sawit, dan enterprenur lainnya. Sungguh sangat beragam. Sebagian dari mereka bilang, kalau trend jersey sangat terus berkembang.

Belum lagi ditambah setiap musimnya, jersey terus berganti dan berinovasi terutama dari segi desain. Tak heran, bila kadang mereka bosan dengan jersey lama jika sudah ada yang baru. Mau nggak mau mereka pasti beli lagi, kalau tidak jual dulu baru segera beli lagi buat gantikan yang sudah dijual tadi. Jadi intinya sebenarnya putaran uang mereka di situ-situ saja, tapi nilai kepuasaan lah yang terus bertambah.

Selain barter, ada juga yang buka lapak di sosial media terkenal, seperti facebook, twitter, dan kaskus. Namun ternyata ada yang sampai yang buka gerai sendiri. Namanya bayu, meski statusnya masih mahasiswa ia melihat ada trend positif yang bisa menjadi ladang uang baginya.

Kecintaannya pada David Beckham seakan membawanya ke arus jersey tadi. Mulai di tahun 2010, Bayu sudah punya jersey David Beckham yang asli hasil tawar-menawarnya dengan seorang teman di Kota Bandung. Namun diakuinya, pada saat itu trend jersey belum booming, makanya belum sanggup untuk koleksi lebih dari satu karena harganya masih terjangkau oleh orang-orang tertentu saja. Ilmu tentang jersey pun didapatnya ketika bekerja di salah toko olahraga. Dari sana ia mulai belajar segalanya tentang jersey sembari mengumpulkan modal.

Setelahnya, barulah pada tahun 2012 -  ia melihat ada peluang bagus untuk usaha toko jersey sejalan dengan berkembangnya komunitas fans club, di situlah lahan semakin baik.

Di samping menjual jersey-jersey tadi di gerainya, Bayu juga semakin menambah koleksi jersey idolanya. Mulai dari jersey ketika Beckham main di klub Manchester United, Real Madrid, LA Galaxy, dan juga timnas Inggris, kesemuanya dikoleksi dengan kualitas original alias asli. Kabarnya jersey-jersey tersebut ikut dipajang di gerainya tersebut. Tapi jangan ditawar, karena berapa pun harga yang kamu ucap, Bayu takkan melepasnya karena sudah terlanjurnya sayang sama koleksinya tersebut. “Not for sale,” tambah Bayu.

Salah satu koleksi terbaik yang dimilikinya adalah jersey David Beckham ketika bermain di klub Liga Italia, AC Milan. Lengkap dengan box serta sertifikat, jersey kesayangannyanya ini didapat dengan harga yang mencapai Rp.3.000.000. Sebuah angka yang cukup fantastis untuk ukuran baju bola. Tapi nyatanya, Bayu bilang kalau harga segitu masih sangat murah dengan kualitas original formution. Makanya ia tidak mau melepas jersey tersebut.

Lainnya ada Yulianto, punya bengkel dan sudah bekeluarga ini terkesan tertutup memang. Koleksinya sudah banyak, namun mungkin takut ditawar orang lain, ia sedikit saja membeberkan jersey favoritnya. Salah satunya datang klub kecil Liga Inggris, Preston Northam. Dikatakannya, jersey itu dibelinya dari hasil menang lelang dari klubnya Inggris itu. Jerseynya dibumbuhi tandan tangan si pemain, atas nama Byrom lengkap juga dengan sertifikat.

Hampir sama, Zerial juga ternyata gemar koleksi jersey dari klub medioker. Berprofesi sebagai polisi, Zerial bilang kalau main jersey juga sebagai ajang pamer tapi dalam segi positif, karena tidak semua orang punya. Beberapa koleksinya adalah jersey tim SPAL Calcio dari tim Liga Itali Seri-C, terus ada jersey klub Gamba Osaka dari Liga Jepang.

Rupanya Jersey original tadi punya beragam jenis lagi di dalamnya. Bayu yang punya gerai jersey dengan rendah hati mengajak bagi siapa saja yang mau lihat langsung perbedaan antara jersey asli atau tidak, boleh datang ke tokonya di Baybecks Jersey di jalan Merak.

Dijelaskannya juga ada tiga kelas jersey original. Untuk kelas tertinggi, namanya Jersey Matchworn atau biasa disebut jersey basah. Nah untuk yang ini, biasanya jersey bekas keringat pemain langsung yang dilelang di situs-situs seperti ebay.com dan classicfootballshirts.co.uk. Kan banyak tuh, pemain-pemain bola yang “buang” jerseynya ke penonton seusai bertanding. Dan itu biasanya langsung dilelang sama yang mendapatkannya. Harganya sungguh menakjubkan karena mencapai puluhan bahkan ratusan juta jika dirupiahkan, tergantung itu jersey bekas pemain top atau tidak.

Setelah matchworn, ada namanya Player Issue atau formution. Kalau yang ini merupakan jersey sama seperti dipakai oleh pemain-pemain bola dan diperjualbelikan oleh club store. Harganya juga jutaan tapi tak setinggi matchworn tadi. Terakhir namanya replica. Jersey asli juga yang tersebar di seluruh penjuru seperti toko-toko olahraga. Harganya berkisar hingga Rp.700.000.

Kerjaannya jalan-jalan aja


MOJ berhasil membuat siapa saja iri sembari kebingungan. Awalnya mereka bilang MOJ itu hanya komunitas yang sekedar fun-fun saja mengumpulkan jersey asli, sharing ilmu. terus main futsal bareng dengan sesama anggota lainnya. Tapi lainnya ternyata MOJ selalu punya agenda resmi untuk jalan-jalan.

Jalan-jalan dalam artian MOJ ternyata bukan hanya sekedar pergi ke suatu tempat untuk berlibur. Memang dasar maniak jersey, nyatanya mereka hampir di setiap kota bahkan negara – tujuannya adalah hunting jersey lokal di tempat yang mereka singgahi.

Setelah anniversary pertama MOJ sebelumnya di Malaysia, mereka kembali berencana menggelar yang kedua kalinya di Negara Vietnam atau Singapura. Mereka menjelaskan rencana untuk pergi ke dua negara tersebut dengan banyak tujuan. Pertama, sudah jelas mencari “kain” dan kedua adalah ikut menyaksikan langsung turnamen sepakbola se-Asia Tenggara atau yang lebih dikenal dengan Piala AFF.

“Pastinya jumpa kawan-kawan sesama kolektor jersey juga di negara itu dan hunting jersey tadi. Kemudian kita dukung langsung tim nasional Indonesia di Piala AFF. Yah, semoga saja Indonesia mainnya di Singapura, karena relatif lebih dekat dari pada Vietnam,” bagi Furqon.

Udah gitu, MOJ juga mengajak siapa saja nih buat gabung bersama mereka. Tanpa syarat berlebihan asalkan suka sama jersey original,  MOJ pasti sangat welcome untuk kumpul-kumpul dan sharing-sharing ilmu seputar sepakbola terutama jersey.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow