Financial Fair Play UEFA, Ibarat Bukti Bayar Tunggakan Gaji
Financial Fair Play UEFA, Ibarat Bukti Bayar Tunggakan Gaji
Bagaimana tidak, aturan itu justru dibuat untuk membuat klub hidup dari apa yang mereka punya dan mencegah pemilik kaya menggunakan uang mereka untuk membeli kesuksesan. Ehmm, langsung teringat dengan sepakbola Indonesia, khususnya kebanggaan Kota Medan, yakni PSMS.
Antara langit dan bumi. Ini bisa menjadi gambaran atas lahirnya financial fair play tersebut; kemajuan industri sepakbola kita tertinggal dengan negara lain.
Prinsipnya financial fair play ini menegaskan klub tak boleh mengeluarkan lebih dari pendapatan mereka. Financial Fair Play juga bertujuan membantu klub untuk hidup sesuai pendapatan mereka dengan cara yang berkelanjutan. Wow, PSMS berkelanjutan??
Pasti donk. Tapi dalam kondisi meradang, karena beberapa tahunnya dengan problem yang sama. Selalu dengan tanpa kemampuan financial yang mumpuni. Mampu mengontrak pemain tanpa ada financial yang terdata. Intinya tetap saja bisa berkompetisi dan lahirnya sebuah era baru, #pesemes berhutang.
Kita enggak pernah tau berapa kemampuan financial #pesemes setiap musimnya. Berapa biaya yang dibutuhkan dengan mendatangkan pemain senior pengalaman, berapa hasil penjualan tiket setiap pertandingan, berapa pemasukan dari sponsor, bapak angkat dan lainnya. Kita hanya mengetahui #pesemes akan tetap bisa tampil berkompetisi. Assetnya hanya ada dua, suporter dan sebuah sejarah.
Malah kita sekarang diberitahu, bahwa ada hampir sekitar Rp3 Miliar hutang PSMS musim kemarin. Belum lagi sekitar Rp6 Miliar hutang ketika tampil di Indonesia Super League lalu. Lalu kapan kita tau? Karena tiba-tiba saja sudah ada uang di perseoran terbatas (PT) bla-bla Rp800juta, pemegang sahamlah, atau tiba-tiba saja lahirlah hutang. Sampe sekda pun bisa masuk akte sebagai pegawai swasta. Hehehe
Hotel Residence, Kagaya Sport masih menyisahkan puluhan juta hutang yang belum dibayarkan #pesemes. Belum lagi persoalan tiket pesawat. Hanya ini yang kita tau. Berapa uang yang dikasih bapak angkat di setiap pertandingan?? Ehemm, senggol pak caleg..hehehe
Keknya, PSSI belum mengeluarkan surat financial fair play yang sama dengan UEFA. Tapi enggak tau juga apa sudah. Kalaupun ada itu mungkin masih sebatas penegasan dalam verifikasi di aspek financial; (1) bank garansi (2) bayar hutang.
Dalam situasi sekarang ini, financial fair play UEFA itu sama saja dengan bukti pembayaran tunggakan gaji di PSMS. Setuju! (Bolahita)
What's Your Reaction?