MEDAN. BOLAHITA - PS Kwarta
Medan gagal memaksimalkan laga ketiganya di Piala Kemerdekaan 2015 dengan kemenangan. Menghadapi Kalteng Putra, skuad Burung Sumatera bermain imbang tanpa gol di Stadion Teladan, Jumat (21/8).
Pundemikian, hasil ini belum menutup kans Kwarta untuk lolos. Kwarta belum beranjak dari posisinya di peringkat ketiga klasemen sementara grup A dengan koleksi 5 poin. Begitu juga dengan Kalteng Putra yang sama-sama mengoleksi 5 poin hasil dari dua kali draw dan satu kemenangan. Hanya saja Laskar Isen Mulang punya keuntungan dengan produktivitas gol.
Asisten pelatih Kwarta, Slamet Riyadi mengatakan jika timnya gagal memetik poin penuh meski sejatinya menguasai laga karena tidak memiliki striker yang bisa menjadi mesin gol. "Ya kami harus seri lagi. Pertandingan ini sebenarnya kita menguasai permainan. Kita tidak punya tipikal striker target man," kata Slamet.
Satu hal yang menjadi permasalahan adalah Rahmat yang kembali ke klub lamanya Persipasi Bandung Raya (PBR) yang akan mengikuti Piala Presiden sehari sebelum laga.
"Memang kehilangan Rahmat sedikit mengurangi daya dobrak kita. Dia dipanggil di PBR. Tapi tidak menutup kemungkinan juga kembali tergantung situasi di sana. Indra yang seharusnha berperan untuk menggantikan peran. Selain itu jeda waktu hanya sehari dari laga sebelumnya memang membuat pemain kita tidak fit dan cedera ," katanya.
Hasil ini membuat Kwarta mau tidak mau harus meraih hasil maksimal di dua laga sisa kontra Persitara dan
PSMS Medan. "Hidup matinya nanti memang di laga Persitara. Masih ada waktu memperbaiki finishing," katanya.
Kalteng Putra yang tampil tanpa striker andalannya,Heru Setyawan karena akumulasi juga tak dapat berbuat banyak untuk menembus pertahanan Kwarta. Mereka banyak mengandalkan bola-bola panjang.diperkuat kembali kapten tim, Edi Sibung lini tengah Kalteng bisa meredam agresivitas Kwarta. Selain itu juga dengan permainan keras.
Pelatih Kalteng Putra, Eko Tamamie mengatakan timnya puas dengan hasil tersebut. "Seharusnya anak-anak tadi bisa menang. Tapi anak anak hari ini bermain di bawah standar. Apalagi akumulasi Heru berpengaruh pada permainan kita. Kelihatannya fisik kit juga menurun," pungkasnya.