BOLAHITA, MEDAN - Jika tak ada lagi penundaan kompetisi, maka Liga 1 tahun ini akan digulirkan pada 20 Agustus 2021 nanti.
Lalu, Liga 2 akan menyusul dua atau tiga pekan setelah kick off Liga 1. Itu artinya, kemungkinan besar akan dimulai pada pekan kedua atau ketiga bulan September.
Klub-klub tak punya persiapan matang. Itu karena hampir sebagian klub Liga 1 dan Liga 2 telah meliburkan skuat akibat ketidakjelasan Liga dan libur PPKM Darurat lalu.
Apalagi bagi kontestan Liga 1, yang hanya memiliki persiapan beberapa pekan saja. Bagaimana dengan klub Liga 2?
Mau tak mah juga harus tetap siap. Daripada kembali menunda atau meniadakan kompetisi tahun 2021 ditiadakan, kesempatan ini harus diambil. Termasuk
PSMS Medan, yang ingin promosi berkompetisi di Liga 1 tahun depan.
"Kalau ditanya siap atau tidak siap, intinya kita tim pelatih dan pemain harus siap. Karena semua tim persiapannya pasti sama," kata Ridwan Saragih asisten pelatih PSMS.
Meskipun tak bisa dipungkiri, bahwa libur PPKM selama ini akan memiliki dampak besar bagi skuat Ayam Kinantan. Dimulai dari penurunan fisik sekitar 50 persen.
"Penurunan itu pasti, di fisik misalnya pastinya terjadi sekitar 50%. Terutama juga soal kerjasama tim yang pasti kembali dari awal," ucap Ridwan Saragih kepada
Bolahita.
Sedikit rasa cemas tentu memayungi tim pelatih
PSMS Medan. Apalagi dengan target ke Liga 1 dengan persiapan minim.
"Rasa (cemas, red) itu pasti ada, tapi kita anggap itu sebagai tantangan menuju liga 1," tegas Ridwan Saragih.
Menyambut TC kembali
PSMS di tanggal 9 Agustus mendatang, pelatih memogramkan agar para pemain langsung di cek kesehatan dan kemudian untuk diambil data Vo2max.
"Apa yang kita lakukan di persiapan kurang lebih sebulan ini, kita siapkan program latihan dengan hitungan waktu persiapan selama 4 minggu," pungkasnya.