Termasuk soal dana bantuan dari PT. Liga Indonesia sebesar Rp50 Juta tiap bulannya. Sampai detik ini ISH tidak mau terbuka kepada tim, kemana saja uang itu dipergunakan.
Sesuai Manager Meeting di Solo disepakati bahwa semua peserta kompetisi divisi utama (DU) PT. LI mendapat subsidi uang sebesar Rp450 juta yang akan dibayarkan setiap bulan Rp50 juta. Bahkan dengan catatan kalau tim masuk ke 12 besar maka akan ditambah lagi Rp100 juta.
"Sejauh ini, ISH sudah menerima 4 kali cicilan Rp50 juta perbulan dengan total Rp200 juta, informasi ini kami peroleh dari Manager Keuangan PT. LI Yulius Amos yang bukti rekap setorannya telah diprintkan ke kami," beber Fityan kembali.
Uang Rp50 juta itu diterima ISH periode bulan Februari, April dan Mei "Maret tidak ada laporan, kesimpulan kami ISH ambil secara cash ke jakarta," sebutnya lagi. "Setahu kita Rp200 juta sudah disetor PT. LI kepada ISH namun sampai sekarang belum sepeserpun tim ini menikmati uang tersebut," kecam Fityan.
Kemanakah aliran dana tersebut? Indra Sakti Harahap sudah tak dapat dihubungi. Kedua nomor telepon selularnya tak aktif. (
Bolahita)