Jakarta Pertamina Energi Langsung Tancap Gas di Seri Pembuka di Yogyakarta

Jakarta Pertamina Energi Langsung Tancap Gas di Seri Pembuka di Yogyakarta

Nov 23, 2018 - 12:57
 0
Jakarta Pertamina Energi Langsung Tancap Gas di Seri Pembuka di Yogyakarta
Manajer Jakarta Pertamina Energi Sutrisno (tengah) memberikan keterangan pers terkait persiapan tim menghadapi Proliga 2019. Seri pembuka Proliga digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, mulai Jumat (7/12/2018).
BOLAHITA.ID, YOGYAKARTA - Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta kembali menjadi pembuka seri Proliga 2019. Pada seri pertama sekaligus pembuka ini yang digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018) sampai Minggu (9/12/2018), Jakarta Pertamina Energi bertindak sebagai tuan rumah.

Pada seri pembuka, Pertamina Energi langsung tancap gas. Mereka sudah menyiapkan amunisi untuk menyapu bersih semua pertandingan. Tim putra dan putri Pertamina Energi akan melakoni dua pertandingan di Amongrogo.

Tim putri yang berstatus juara bertahan mengawali pertarungan dengan menghadapi Bandung Bank BJB Pakuan, Jumat. Dengan materi pemain yang tidak banyak berubah, termasuk mempertahankan pemain asing, Anna Stepaniuk (Ukraina), tim putri berharap bisa meraih sukses di seri pertama ini.

Sedangkan tim putra ditantang debutan Jakarta Garuda pada Sabtu (8/12/2018). Musim lalu, tim putra gagal mengulang sukses karena hanya mampu menembus semifinal. Kali ini, putra Pertamina Energi kembali merekrut pelatih Putut Marhaento yang pernah membawa juara pada 2017.

Dengan skuat yang komplet, tim putra dan putri Pertamina Energi berharap bisa menyatukan gelar. Manajer Sutrisno mengatakan musim ini kedua tim berusaha memenuhi target itu.

"Pertamina Energi sudah tujuh kali mengikuti Proliga. Hanya kami belum pernah menyatukan gelar. Bila tim putra juara, sebaliknya tim putri yang gagal. Musim lalu, tim putri mampu meraih gelar juara. Tetapi tim putra gagal mempertahankan gelar dan hanya menembus semifinal. Jadi, musim ini kami ingin melakukannya," kata Sutrisno.

Hanya Sutrisno mengakui persaingan bakal lebih ketat karena diikuti sedikit tim. Musim ini baik tim putra maupun putri diikuti enam tim. Menurutnya di bagian putra, Pertamina Energi bakal memperhitungkan juara bertahan Surabaya Bhayangkara Samator. Sedangkan di putri, Jakarta Electric PLN akan menjadi pesaing berat Novia Andriyanti dkk.

Tim-tim Proliga juga akan menghadapi musim dengan jadwal yang padat. Pasalnya, kompetisi diharapkan sudah berakhir sebelum Pemilu. Kompetisi dimulai pada Desember dan selesai pada Februari.

Pertandingan grand final juga digelar di Yogyakarta. Grand final putri dilaksanakan pada 23 Februari 2019. Dan, satu hari kemudian atau 24 Februari 2019 digelar grand final putra. Ini berarti, pemain berkompetisi hanya selama tiga bulan.

"Ini jelas dibutuhkan fisik yang kuat karena pemain menjalani pertandingan dengan jadwal yang padat. Tetapi kami sudah mengantisipasinya. Tim putra dan putri sudah dipersiapkan sejak September. Ini berarti kami melakukan persiapan selama dua bulan dan ini sudah cukup untuk menghadapi kompetisi," ujarnya.

Sementara, Ketua Panitia Pertamina Proliga Dody Prasetya optimistis masyarakat Yogyakarta, khususnya penggemar bola voli akan antusias menyaksikan pertandingan voli. Apalagi tim Pertamina Energi diperkuat banyak pemain yang berasal dari DIY. Begitu pula sang pelatih yang sukses menangani tim asal DIY, Yuso.

"Yogyakarta kembali ditunjuk sebagai seri pembuka sekaligus seri pertama karena pada musim lalu menunjukkan antusias yang tinggi untuk menonton pertandingan voli. Bahkan kami sampai kewalahan karena tiket sudah habis tetapi masih banyak penonton di luar," kata Dody.

Di seri pembuka ini, panitia menyediakan 3.300 tiket setiap hari. Untuk tribun atau di pinggir lapangan, harga tiket sebesar Rp100 ribu. Sedangkan harga on the spot sebesar Rp50 ribu.

Musim ini, Proliga 2019 diikuti tim putra, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta Garuda, Jakarta BNI 46, Surabaya Bhayangkara Samator, Palembang BanksumselBabel, dan Sidoarjo Aneka Gas Industri. Sedangkan tim putri yang berlaga, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta Electric PLN, Jakarta Popsivo Polwan, Gresik Petrokimia, Bandung BJB Pakuan dan Jakarta BNI 46.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow