BOLAHITA, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Zainudin Amali menegaskan bahwa tidak dapat menjamin cabang olahraga (cabor) lain bisa mendapatkan izin apabila Liga 1 sudah bisa bergulir.
Pasalnya kompetisi Liga 1 memang dinilai menjadi cabor paling rumit. Sehingga perlu persiapan lebih detail.
Ini disampaikan setelah Rapat Koordinasi Pengkajian Terhadap Usulan Penyelenggaraan Kompetisi Sepakbola Liga 1 dan 2 yang berlangsung di Wisma Kemenpora, Rabu (10/2/2021).
"Tidak begitu. Jadi akan tetap kami minta seperti tadi, harus ada koordinasi lagi. Tidak bisa kalau sepak bola oke yang lain juga oke," ujar Zainudin Amali.
Meski harus koordinasi lagi Zainudin meyakini pemaparannya tidak akan berlangsung lama dan dipastikan tidak banyak pertanyaan. "Begitu juga dengan cabor lain. Kita sudah ada kesepakatan dengan kapolri dan kita tinggal meyakini soal protokol kesehatan," ucapnya.
Menurutnya bila hasil rapat ini sudah dianggap cukup oleh Polri, bisa jadi langkah mudah untuk cabor lain.
Khususnya sepak bola apabila izin keluar, ini dinilai Zainudin dapat menjadi tolak ukur untuk kegiatan sepak bola lainnya, seperti Liga 2 hingga Piala Presiden, dan liga-liga amatir lainnya.
Cabor lain misalnya di basket dalam kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) dinilai lebih mudah. Sebab digelar di dalam ruangan dan lokasinya satu dengan menggunakan sistem gelembung.
"Mereka di satu hotel, jadi akan lebih mudah. Berbeda dengan sepak bola yang lebih rumit dan paling ketat," katanya.
Maka dari itu, Menpora menekankan agar pihak penyelenggara kompetisi olahraga lebih fokus dalam menyiarkan liga.
"Kalau sudah ada siaran televisi, nonton liga/kompetisi jauh lebih enak," ujarnya.