KONI Medan Waspadai Perpindahan Atlet di Porprovsu
KONI Medan Waspadai Perpindahan Atlet di Porprovsu
“Saya mengimbau, agar pengcab benar-benar melihat data para atlet kontingen lain saat technical meeting. Apabila benar-benar mengenal atlet atau tahu asal atlet tersebut tapi membela kontingen daerah lain, segera lapor kepada kami (KONI),” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Kota Medan Eddy H Sibarani saat rapat kordinasi dengan Pengcab yang tampil di Porprovsu di Kantor KONI Medan.
Tidak dipungkiri kepindahan atlet kerap menjadi kesibukan bagi panitia penyelenggara dan peserta kontingen. Hal ini tidak saja terjadi diajang tingkat Kab/Kota dan provinsi saja, perhelatan sekelas PON juga menjadi celah protes dilakukan. Hal ini pula yang ditekankan pihaknya saat mengelar Pekan Olahraga Kota (Porkot) lalu. Dimana tindakan diskualifikasi diberlakukan jika adanya kontingen menggunakan jasa atlet diluar domisili atlet tersebut.
“Tentunya kita semua tidak ingin adanya kontingen yang adopsi atlet dari daerah lain. Ini ajang bagi para atlet Sumut untuk menampilkan apa yang mereka miliki, tentunya kita semua benar-benar menginginkan kompetisi atlet-atlet Sumut di Porprovsu ini,” tegasnya.
Himbauan tersebut tak saja berlaku bagi Pengcab saja. Pihaknya, dalam hal ini pengurus KONI Kota Medan untuk aktif melihat data-data kontingen lain. Eddy mengakui, tidak semua cabor tingginya minat para atlet untuk bisa tampil dan rela pindah kedaerah lain. Cabor-cabor tertentu kerap ditemui hal seperti ini.
“Memang, hal-hal kepindahan atlet ini biasanya terjadi jelang bergulirnya acaranya. Bahkan, yang kita takuti, saat pertandingan akan digelar, datang surat dari KONI Pusat atau Pengprov cabor yang menyatakan benar kepindahannya bahwa atlet yang bersangkutan. Kalau demikian, jelas mentah sangahan kita dan atlet secara resmi diperbolehkan bertanding,” pungkasnya.
What's Your Reaction?