Kerjasama PSSI dan Pemerintah Semakin Solid Membangun Sepak Bola

Kerjasama PSSI dan Pemerintah Semakin Solid Membangun Sepak Bola

Feb 12, 2017 - 11:59
 0
Kerjasama PSSI dan Pemerintah Semakin Solid Membangun Sepak Bola
Luis Milla pelatih timnas Indonesia yang gajinya diperkirakan lebih mahal dari pelatih sebelumnnya
MEDAN, BOLAHITA - PSSI terlihat sangat serius membangun sepak bola Indonesia. Kepengurusan terbaru Edy Rahmayadi langsung menggenjot persiapan dalam menghidupkan kembali pamor timnas sebagai Macan Asia. Kali ini  kolaborasi PSSI dengan pemerintah sangat baik. Ibarat sirkulasi bola yang tak terputus di lapangan.

Beberapa program PSSI mulai dijalankan. Mulai merekrut pemain berdarah Indonesia, melakukan naturalisasi, mendatangkan pelatih Luis Milla, menggelar seleksi pencarian bakat ke seluruh provinsi. Teranyar, PSSI juga akan mengaktifkan kembali sepak bola perempuan Indonesia. Deputi Sekjen Bidang Sepak Bola PSSI, Fanny Riawan, berjanji untuk memberikan perhatian khusus pada sepak bola perempuan. Termasuk, keseriusan dalam urusan menentukan pelatih menjelang Piala AFF perempuan 2017.

Timnas perempuan Indonesia memang kalah pamor dibanding timnas pria. Namun, hal itu terjadi lantaran sepak bola kaum hawa tidak diberikan porsi perhatian yang cukup oleh PSSI. Setelah pembekuan pada 2015, PSSI era sekarang berhasrat untuk kembali menggalakkan sepak bola perempuan di Indonesia. Salah satunya dengan menjalankan kompetisi.

"Persaingan sepak bola perempuan di Asia Tenggara begitu luar biasa. Maka, kami akan cari cara untuk memutar kompetisi, entah itu diawali dari pemain futsal perempuan atau bahkan polisi perempuan," tutur Fanny. Selain itu komitmen PSSI juga menggulirkan kembali liga sepak bola perempuan berbarengan dengan kick-off Liga 1, 26 Maret 2017.

Kemudian menjelang Piala AFF perempuan di Thailand pada Mei-Juni 2017, PSSI saat ini tengah menentukan pelatih anyar timnas perempuan Indonesia."Kami ingin sepak bola perempuan tidak asal ada. Kami tidak ingin mengulangi hal itu," ucap dia. Sejauh ini sudah ada dua nama yang masuk kandidat pelatih. Dua nama tersebut adalah Rully Nere dan Dananjaya. Menilik ke belakang, timnas sepak bola perempuan Indonesia sebetulnya pernah disegani di level Asia. Prestasi terbaik mereka kala menjadi semifinalis pada Piala Asia 1977 dan 1986. Sayang, perlahan prestasi sepak bola kaum hawa Indonesia meredup. Ditengarai, salah satu penyebabnya adalah pembubaran pengurus Liga Sepak Bola Wanita (Galanita) pada 1993.

Ada lagi kabar baik dari kelanjutan Rapat terbatas (ratas) menyoal percepatan pembangunan sepak bola nasional, Rabu (8/2/2017) sore WIB di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan (Kemenko PMK) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu menghasilkan beberapa keputusan, seperti Menko PMK (Puan Maharani) diminta untuk membuat tim lintas lembaga. Hal itu guna menyusun grand design percepatan pembangunan sepak bola nasional.

"Tugas yang sangat mendesak saat ini adalah menyusun Instruksi Presiden (Inpres). Jadi, seluruh Kementerian Negara/Lembaga (KL) mempunyai dasar hukum masing-masing tentang hak dan kewajiban dalam membantu percepatan pembangunan yang dimaksud," kata Gatot S Dewa Broto, Kepala Komunikasi Kemenpora.

"Selanjutnya, substansi Inpres harus dikoordinasikan bersama dgn PSSI.Lalu substansi Inpres harus dikoordinasikan bersama dgn PSSI. Ya, itu supaya selaras antara kebutuhan dan bantuan yang akan diberikan, agar tidak mubazir," pungkas Gatot.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow