Pelan-pelan, dua kapal
PSMS Medan mulai oleng. Dua nahkoda melalui Ketua Umum (ketum) mulai mengambil sikap atas keterpurukan financial. Versi
PSMS yang bertarung di LPIS, ketum Benny Sihotang resmi mengundurkan diri secara lisan dihadapan pengurus dan perwakilan klub serta tim
PSMS Medan di sekretariatan, Sabtu (1/6) kemarin.<br><br>Jika dibandingkan dengan ketum
PSMS PT. Liga Indonesia, Indra Sakti Harahap, Sikap Benny lebih gentleman. Berani menyatakan ketidaksangggupannya di depann pengurus. Sementara Indra Sakti Harahap sama sekali tidak pernah muncul ataupun menggelar rapat resmi kepengurusan.<br><br>“Saya mundur karena kegagalan saya. Karena secara finansial harus diakui, di bawah kepemimpinan saya gagal. Itulah yang membuat saya mengembalikan mandat kepada pengurus dan pemilik PSMS, 40 klub. Namun, secara lisan yang saya sampaikan saya sudah mundur, tapi secara aturan, saya akan membuat itu tertulis,” ujar Benny saat itu.<br><br>Selain memilih mundur, Benny juga dalam kesempatan itu meminta diadakannya rapat umum luar biasa untuk diubahnya AD/RT PSMS. Terutama soal tidak perlunya lagi sosok ketua umum dalam klub profesional, melainkan Direktur Klub. “Sepakbola modern tidak ada ketua umum, yang ada itu pemiliknya. Misalnya
PSMS pemiliknya 40 klub, ditaruh di mana dia. 40 klub nanti didudukkan dan bentuk AD/ART baru. Untuk mengubah AD/ART itu kuncinya ada di 40 Klub,” ujarnya. (
Bolahita)<br>